banner iklan

Bengkel Sepi Terdampak Pandemi, Pria Ini Nekat Tanam Ganja

  • Bagikan

“Dari ladang ganja tersebut kami menemukan 56 pohon ganja. Pelaku nemperoleh bibit ganja dari Bali. Membeli daun ganja, ranting dan biji ganja pada seseorang yang bernama JW. Biji ganja kemudian dikumpulkan dan di tanam di ladang,” tegas Bagoes.

Setelah tanaman ganja cukup besar, kata Bagoes, pelaku memanen ganja. Kemudian dikeringkan di dalam rumah dan dibungkus menggunakan kertas bekas untuk dijual sesuai pesanan.

banner 720x90

“Pelaku sudah sering menjual ganja yang ditanam sendiri. Keuntungannya dapat dua juta rupiah,” beber Bagoes.

Atas perbuatannya, TB di jerat pasal 114 ayat 1 sub pasal 111 ayat 2 UU RI Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

BACA :  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Terpisah, TB mengaku sebelum menanam ganja, dirinya bekerja sebagai montir di Bali.

“Saya kerja jadi montir di Bali. Karena Pandemi, bengkel sepi. Saya pulang kampung. Lalu buka bengkel sendiri,” ujar TB.

Awal mula menanam ganja, TB berdalih dapat bibit ganja dari Bali.

“Saya beli di Bali. Saya tanam di ladang. Karena mau beli yang kering juga mahal. Ya saya tanam sendiri. Saya kasih pupuk kandang dan kimia. Kalau pupuk kandang ganja yang kita konsumsi pengaruhnya di badan. Buat kerja enak. Tapi kalau kita kasih pupuk kimia, efeknya langsung ke kepala,” pungkas TB.

banner ads
Penulis: Abu RuzainEditor: Abu Ruzain
  • Bagikan