banner iklan

Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang, Jangan Ada Ego Sektoral

  • Bagikan

Suara Malang – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang bersama Jajaran terkait mengadakan pertemuan membahas langkah percepatan Vaksinasi Covid-19 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (27/8/2021).

banner 720x90

Rapat Koordinasi selain dihadiri Forkopimda Kabupaten Malang ini, juga turut hadir Kakesdam V Brawijaya Kolonel CKM. dr. Djanuar Fitriadi, Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol. dr. Erwin Zainul Hakim, Plt. Kadinkes Prov Jatim / Dir RSSA Malang Dr.dr. Kohar Hari Santoso. Serta, Jajaran Pejabat Utama TNI-Polri serta Pemerintahan Kabupaten Malang, Perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang, UIN dan Universitas Muhammadiyah Malang, Perwakilan Puskesmas Jajaran Dinkes Kabupaten Malang, Muspika dan Ka Puskesmas Jajaran Kabupaten Malang (Melalui Zoomeeting/Daring).

Beberapa hal yang disorot secara mendalam adalah terkait sinkronisasi, ketepatan dan kecepatan data Covid-19. Mulai data Vaksinasi, perencanaan serta strategi Vaksinasi. 

Bupati Malang HM. Sanusi membuka rapat dengan pembahasan tentang sistem perencanaan dan memastikan jumlah vaksin tersedia di Kabupaten Malang. Banyak strategi telah dirancang bersama-sama.

BACA :  Kapolri : Akselerasi Vaksinasi di Malang Raya Harus Optimal

“Akhir-akhir ini sejak pertengahan Agustus kami Forkopimda beserta jajaran telah menerapkan sistem Isoter bagi pasien yang Isoman. Bila ada kendala, kami ambil kebijakan terbaik. Alhamdulilah lancar, penurunannya semakin banyak, laporan Kemenkes turun banyak,” kata Sanusi. 

Sementara itu, Kakesdam V Brawijaya Kolonel CKM. dr. Djanuar Fitriadi menjelaskan, gambaran umum terhadap inventarisasi masalah Vaksinasi di Kabupaten Malang bahwa semua pihak harus meninggalkan ego sektoral. Ditambahkan juga bahwa persoalan data adalah hal yang sangat krusial karena menjadi muara penilaian kerja penanganan Covid-19. 

Ditempat sama, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono memaparkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan perencanaan dengan Kadinkes untuk pelaksanaan Vaksinasi. Bisa dilaksanakan dengan pembagian kuota per wilayah dalam cakupan wilayah hukum Kabupaten Malang. 

“Dalam wilayah Hukum Polres Malang tercakup ada tiga puluh Puskesmas, ditambah Gerai Vaksin di Polres Malang yang dilaksanakan setiap harinya, kemudian juga ada program Vaksinasi massal disetiap Kecamatan. Pemenuhan kuota dalam hal percepatan Vaksinasi bisa kami laksanakan,” bebernya. 

BACA :  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bagoes menambahkan, jajaran Forkopimda Kabupaten Malang berkolaborasi dengan Kadinkes terkait tenaga kesehatan selalu mendata animo masyarakat yang ingin vaksin. 

“Dari perhitungan kami kurang lebih perhari bisa melaksanakan dua puluh satu ribu melebihi kuota pencapaian target, terkait animo masyarakat yang sangat tinggi dalam mendapatkan vaksin ini. Bukan hanya masyarakat umum, pesantren, pelajar, ormaspun semua telah terdaftar,” jelasnya. 

Bagoes menambahkan, terkait sinkronisasi data, bahwa hal tersebut adalah muara akhir yang harus terus dipenuhi dalam usaha pengendalian Pandemi Covid-19 ini, semua berjalan lancar tanpa permasalahan lain. 

“Jika disampaikan bahwa cukup dengan PeduliLindungi, maka itu lebih memudahkan kami bersama untuk menghindari kerumunan. Laporan data hasil kerja serta sinkronisasi data itu hal krusial saat ini. Tinggal playmakernya bagaimana di lapangan. Jangan sungkan untuk saling berkomunikasi,” himbaunya. 

Bagoes berharap, animo masyarakat semakin hari semakin bertambah mungkin perlu adanya backup terkait Vaksinator yang mungkin bisa standby dengan pola dan strategi yang dilaksanakan saat ini. (Bram)

banner ads
Penulis: Bram
  • Bagikan