banner iklan

Gus Fahrur : NU Harus Kembali ke Pesantren

  • Bagikan
KH.Dr.Ahmad Fahrur Rozi, Wakil Ketua PWNU Jatim

Suara Malang – Jelang Muktamar PBNU 2021, Wakil Ketua PWNU Jatim, KH.Dr. H.Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, keberadaan Nahdlatul Ulama atau NU, harus di kembalikan pada dunia Pesantren.

“Kembalikan NU ke Pesantren. Karena Marwah NU adalah pesantren,” tegas Gus Fahrur, sapaan akrab KH.Dr. H.Ahmad Fahrur Rozi, Selasa (26/10/2021) siang.

banner 720x90

Gus Fahrur bercerita, pernah memperoleh pesan yang disampaikan oleh almukarram RKH. Nurul Huda Jazuli kepada Gus Yahya Staquf saat sowan ke Ndalem beliau di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri pada Senin (20/9/2021) lalu.

Dimana Kyai sepuh berusia 90 tahun itu wanti wanti, agar pengurus PBNU mendatang di isi oleh para kader alumni Pesantren Diniyah tradisional “Salafiyyah” berhaluan Ahlussunnah sebagaimana era KH Hasyim Asy’ari.

BACA :  Klarifikasi Soal Penyelewengan, LIRA dampingi KPM Datangkan Tim Pendamping PKH

“Pesan kyai Huda ini mengingatkan kita bahwa Ulama dan Pondok Pesantren adalah pendiri dan cikal bakal lahirnya jam’iyah NU, Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama pesantren yang memiliki kesamaan wawasan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia. Kesamaan itu meliputi tata cara pemahaman, pandangan dan sikap perilaku dalam pengamalan ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah menghadapi berbagai macam aliran sempalan yang timbul saat itu,” beber Gus Fahrur.

Karena kesamaan tersebut, lanjut Gus Fahrur yang juga menjabat Wakil Sekjend MUI Pusat ini, mereka menggabungkan diri menjadi satu dalam sebuah wadah untuk memperjuangkan tegaknya akidah aswaja dan membangun kemaslahatan masyarakat, memperjuangkan kemajuan bangsa dan ketinggian harkat martabat manusia di bidang dakwah, agama, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan ummat.

BACA :  Rencana Ganjil Genap di Kota Malang Bakal Ada Pengecualian Beberapa Kendaraan

“Sejak awal mulanya memang terdapat kaitan erat antara Nahdlatul Ulama dengan pondok pesantren, bahkan sangat dekat menyatu ibarat ikan dengan air. Dimana keduanya tidak mungkin untuk dapat dipisahkan. NU dan pesantren merupakan rumah besar bagi segenap warga masyarakat nahdliyyin. Karena sejak awal didirikannya NU dan pesantren merupakan wadah perjuangan para ulama dalam membina akidah Islam aswaja dan mengajarkan Akhlak mulia dalam kehidupan masyarakat dengan ajaran islam moderat yang dikenal sebagai ukhuwah Islamiyah, wathoniyah dan basyariyyah, sering di ibaratkan bahwa pesantren adalah NU kecil dan NU adalah pesantren besar,” paparnya.

banner ads
  • Bagikan