SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Sebanyak 1.639 warga Kabupaten Malang dipastikan masuk daftar keberangkatan haji tahun 2026. Angka ini merupakan hasil akhir setelah proses pelunasan dan penyesuaian mutasi jamaah selesai dilakukan. Menariknya, jumlah jamaah perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Data tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Malang, Abdul Salam, saat pembukaan bimbingan manasik haji di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (14/2/2026).
“Kami sampaikan bahwa tahun 2026 ini, Kabupaten Malang mendapatkan kuota dalam jamaah haji sebanyak 2.231 orang,” ujar Abdul Salam, dikutip Times Indonesia, Minggu (15/2/2026).
Ia memaparkan, alokasi awal kuota haji Kabupaten Malang tahun ini mencapai 2.231 orang. Komposisinya terdiri dari 1.946 jamaah reguler, 167 prioritas lansia, serta 954 jamaah cadangan. Jika dijumlahkan keseluruhan termasuk cadangan, totalnya menyentuh 3.067 orang.
Namun hingga tenggat pelunasan berakhir, tercatat 2.146 calon jamaah telah menyelesaikan pembayaran. Rinciannya meliputi 1.773 jamaah noncadangan, 54 lansia, 304 jamaah cadangan, 9 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 6 pembimbing.
Setelah dikalkulasi dengan perpindahan jamaah keluar-masuk daerah, jumlah yang benar-benar dipastikan berangkat menjadi 1.639 orang.
“Jumlah total setelah dikurangi dengan porsi keluar masuk mutasi sejumlah 1.639 orang, di mana jumlah tersebut adalah jumlah jamaah haji yang mengikuti pembukaan manasik haji pada hari ini,” jelasnya.
Dari total tersebut, komposisi jamaah perempuan lebih dominan. Abdul Salam merinci 798 orang merupakan jamaah laki-laki, sedangkan 841 lainnya adalah jamaah perempuan.
“Jumlah 1.639 jamaah tersebut dapat kami rinci sebagai berikut, jamaah haji pria sebanyak 798 orang, jamaah haji wanita sebanyak 841 orang,” ungkapnya.
Para jamaah dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci pada April 2026 mendatang. Sebelum keberangkatan, seluruh calon haji diwajibkan mengikuti manasik sebagai bekal pemahaman teknis maupun spiritual agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib, aman, dan sesuai syariat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang Sanusi turut memberikan pengarahan kepada para calon jamaah. Ia menegaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan kehormatan yang membutuhkan kesiapan menyeluruh.
“Saya berharap Bapak/Ibu dapat memahami secara utuh tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual, serta menumbuhkan semangat kebersamaan, kesabaran, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama jemaah,” ungkap Sanusi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan memperbanyak ibadah sebagai bekal selama di Tanah Suci.
“Saya juga berpesan agar Bapak/Ibu perbanyak membaca sholawat dan istigfar. Selain itu agar menjaga kesehatan sejak sekarang, baik fisik maupun mental, agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar. Ikuti setiap arahan pembimbing dengan sungguh-sungguh, serta senantiasa menjaga sikap dan perilaku demi nama baik Kabupaten Malang sebagai daerah yang religius, santun, dan berakhlak mulia”, imbuhnya.
