12 Jalan di Jakarta Berpotensi Padat Imbas Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat berpotensi mengalami kepadatan akibat rencana demonstrasi pada 20 Oktober 2026. (Foto Ilustrasi/Ist)

SUARAMALANG.COM, JAKARTA – Sebanyak 12 ruas jalan di Jakarta Pusat berpotensi mengalami kepadatan pada Selasa (20/10/2026), seiring rencana demonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

TMC Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan dan menyiapkan rute alternatif, terutama bagi pengguna jalan yang akan melintasi kawasan Istana Negara dan sejumlah titik aksi.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Senin (19/10/2026), TMC Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa aksi penyampaian pendapat berpotensi memengaruhi arus lalu lintas. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Daftar Jalan yang Berpotensi Terdampak

Berdasarkan informasi TMC Polda Metro Jaya, Jalan Medan Merdeka Selatan menjadi salah satu ruas yang berpotensi terdampak rekayasa lalu lintas.

Sementara itu, sejumlah jalan lain yang berpotensi mengalami kepadatan meliputi:

  1. Jalan Medan Merdeka Barat
  2. Jalan Majapahit
  3. Jalan Abdul Muis
  4. Jalan Budi Kemuliaan
  5. Jalan H. Fachrudin
  6. Jalan MH Thamrin
  7. Jalan Medan Merdeka Timur
  8. Jalan Perwira
  9. Jalan MI Ridwan Rais
  10. Jalan Menteng Raya
  11. Jalan Kebon Sirih

Pengguna jalan diimbau menghindari kawasan tersebut apabila tidak memiliki kepentingan. Masyarakat juga diminta mengikuti petunjuk petugas dan menanyakan jalur alternatif jika diperlukan.

Mahasiswa UI Rencanakan Aksi di Dua Titik

Potensi kepadatan lalu lintas berkaitan dengan rencana demonstrasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil pada Selasa (20/10/2026).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Imawan, mengatakan mahasiswa UI berencana menggelar aksi di dua lokasi, yakni sekitar Tugu Tani di Jalan Raya Kebon Sirih dan Tugu Proklamasi di Menteng, Jakarta Pusat.

“BEM UI akan turun aksi besok. Pasti akan bersama dengan universitas lain dan koalisi masyarakat sipil lainnya juga,” kata Yatalathof saat dikonfirmasi pada Senin (19/10/2026).

Ia membenarkan bahwa pemilihan tanggal aksi berkaitan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, ia belum menyampaikan secara resmi daftar kelompok yang akan bergabung maupun perkiraan jumlah peserta.

Yatalathof menyebut aksi tersebut dilatarbelakangi kekecewaan terhadap kondisi pemerintahan. Ia juga menyampaikan tuntutan agar kedaulatan rakyat menjadi perhatian dalam penyelenggaraan negara.

Selain BEM UI, sejumlah kelompok masyarakat sipil turut mengunggah konten yang mengindikasikan rencana aksi pada tanggal tersebut. Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), misalnya, mengunggah kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Serikat Tahanan Politik juga kembali mengunggah poster bertuliskan “Peringatan Darurat”.

Pengguna Jalan Diminta Memantau Informasi Lalu Lintas

Masyarakat yang beraktivitas di Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026) disarankan memeriksa informasi lalu lintas sebelum berangkat, mengatur waktu perjalanan, dan menyiapkan jalur alternatif.

Rekayasa lalu lintas dapat berubah mengikuti situasi di lapangan. Karena itu, pengguna jalan perlu memperhatikan pembaruan dari TMC Polda Metro Jaya dan mengikuti arahan petugas selama aksi berlangsung.

Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi potensi keterlambatan perjalanan di sekitar kawasan demonstrasi.

Exit mobile version