SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pengamanan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, 7–8 Februari 2026, dipastikan berlangsung ketat. Lebih dari 4.000 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal kegiatan akbar tersebut, terlebih dengan rencana kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyebut skema pengamanan disusun berlapis dan melibatkan banyak unsur. Jumlah personel pun masih bisa bertambah.
“Yang jelas nanti pengamanan kita siapkan dari berbagai instansi. Saat ini saja sudah lebih dari 4.000 personel, dan hari ini masih akan ada rapat finalisasi. Insyaallah dipimpin Pak Danrem untuk memastikan model pengamanan, terutama jika nanti Bapak Presiden berkenan hadir,” kata Putu Kholis, dikuti Jumat (6/2/2026).
Standar pengamanan ditingkatkan karena agenda tersebut dijadwalkan dihadiri orang nomor satu di Indonesia. Polisi memastikan jalur yang dilalui rombongan Presiden akan dijaga secara khusus dan tidak bisa diakses masyarakat.
“Jalur yang dilintasi Presiden tidak akan dibuka untuk umum. Kita lakukan pengamanan ekstra dan jalurnya pun tidak hanya satu. Namun itu bukan konsumsi publik karena aspek keamanan VVIP ini prioritas,” tegasnya.
Sterilisasi akses di sekitar Stadion Gajayana juga mulai dilakukan sejak Sabtu (7/2/2026). Warga yang memiliki aktivitas di kawasan stadion diminta menyesuaikan waktu atau mempertimbangkan berjalan kaki.
“Kami mohon warga Kota Malang maklum ketika kami harus mensterilkan beberapa akses jalan di sekitar Stadion Gajayana. Bagi masyarakat yang akan beraktivitas di stadion, bisa diatur waktunya atau mengakses dengan berjalan kaki demi kenyamanan bersama,” kata Putu Kholis.
Pengamanan tidak hanya terpusat di lokasi acara. Pergerakan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur juga masuk dalam skema pengawalan. Total peserta berasal dari 38 kabupaten/kota.
“Pasti ada perbantuan. Peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur akan didampingi Polres masing-masing, melekat pada rombongan. Ini sudah dirapatkan di Polda Jatim,” jelasnya.
Dengan pola ini, pengawalan sudah dilakukan sejak titik keberangkatan hingga tiba di Kota Malang.
Selain fokus pada pengamanan, aparat juga menyiapkan unsur pendukung agar kegiatan berjalan lancar. Tenaga medis, ambulans, hingga relawan disiagakan di sejumlah titik.
“Petugas bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga pelayanan. Ada petugas medis, ambulans, dan relawan,” ujar Putu Kholis.
Empat aspek utama menjadi perhatian dalam pengamanan Mujahadah Kubro, yakni keamanan, keselamatan, kelancaran, serta kesehatan jemaah.
Meski begitu, detail teknis terkait kehadiran Presiden masih menunggu hasil rapat lanjutan.
“Kedatangan Bapak Presiden baru akan dirapatkan hari ini, belum ada kepastian teknisnya,” pungkas Putu Kholis.
Sumber: Metrotvnews.com





















