SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kota Malang bersiap menjadi pusat perhatian warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Timur. Ribuan jemaah diperkirakan akan memadati Stadion Gajayana dalam rangka puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari 2026.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut pihaknya telah memetakan berbagai aspek teknis untuk memastikan kegiatan berskala besar tersebut berjalan lancar. Mulai dari pengaturan arus lalu lintas, lokasi parkir, hingga titik turun jemaah dari luar daerah.
“Kami terus berkoordinasi dengan pimpinan daerah di Malang Raya. Teknis parkir, titik drop-off, hingga jadwal kedatangan jemaah dari berbagai kota sudah kita petakan agar tidak terjadi penumpukan,” jelas Wahyu.
Sebagai Ketua Panitia Lokal, Wahyu memperkirakan jumlah jemaah yang hadir bisa mencapai 40.000 hingga 50.000 orang. Untuk mengantisipasi kepadatan, rangkaian acara akan dimulai sejak dini hari.
“Rangkaian acara akan dimulai sejak pukul 03.00 WIB dan ditargetkan rampung pada pukul 08.00 WIB,” ujarnya.
Kesiapan Kota Malang sebagai tuan rumah ditegaskan dalam Kick Off Harlah 1 Abad NU yang digelar oleh PWNU Jawa Timur di Auditorium Prof. Dr. KH M. Tolchah Hasan Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (7/1/2026). Dalam agenda tersebut, Kota Malang resmi ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan bertema ‘Memperkokoh Jam’iyah Tradisi, Kontribusi, dan Meningkatkan Peradaban’.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir dalam acara itu menegaskan kontribusi besar NU dalam perjalanan bangsa.
“NU adalah bagian sejarah yang mengakar. Kami di Pemprov Jatim bersyukur atas sinergi yang baik ini, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi,” kata Emil.
Pada kesempatan yang sama, Emil juga mengapresiasi solidaritas warga NU di Jawa Timur yang berhasil menggalang bantuan kemanusiaan bagi daerah terdampak bencana.
“Solidaritas warga NU se-Jawa Timur berhasil menghimpun donasi sebesar Rp3,89 miliar untuk daerah yang terdampak bencana di Sumatra dan Aceh,” ujarnya.
Terkait potensi kehadiran Presiden RI dalam puncak peringatan nanti, Wahyu menyatakan pihaknya masih terus berkomunikasi dengan PWNU Jawa Timur untuk menyesuaikan kesiapan dan protokol pengamanan.
“Intinya Kota Malang siap menyambut tamu dan jemaah. Kita ingin momentum satu abad ini berjalan khidmat dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkas Wahyu.





















