SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri Haul Akbar ke-4 Masyayikh Pondok Pesantren Raudhatul Amin yang digelar di Dusun Alas Gede, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Minggu (12/1/2026). Kegiatan keagamaan ini berlangsung khidmat dengan diikuti santri, wali santri, tokoh agama, serta masyarakat sekitar.
Haul Akbar tersebut menjadi ruang refleksi spiritual untuk mengenang jasa para masyayikh dan pendiri Pondok Pesantren Raudhatul Amin yang telah mendedikasikan hidupnya bagi pendidikan keagamaan, dakwah, dan pembinaan akhlak generasi muda. Momentum ini sekaligus menegaskan peran strategis pesantren dalam membangun peradaban umat.
Dalam sambutannya, Bupati Malang menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembentukan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing. Ia menyampaikan apresiasi kepada para wali santri yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pesantren, karena lembaga ini tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat spiritualitas dan moral.
“Ketika orang itu berilmu maka Insyaallah dunia akan mengikutinya. Begitupun jika seseorang menjadi kiai atau alim, rezeki akan datang dengan sendirinya,” tutur Sanusi.
Ilmu, Spiritualitas, dan Keteladanan
Sanusi menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci kehidupan. Selama seseorang terus belajar, mendalami ilmu, dan menjaga tradisi mengaji, ia meyakini keberkahan akan menyertai langkah hidup. Pesantren, menurutnya, menjadi ruang pembentukan karakter yang konsisten menanamkan nilai-nilai keilmuan dan keteladanan.
Di tengah tantangan zaman, para santri dipandang sebagai garda terdepan dalam menjaga akidah, persatuan, dan keutuhan bangsa. Sanusi mengingatkan bahwa kondisi sosial nasional yang tengah diuji berbagai musibah menuntut umat untuk memperkuat ikhtiar spiritual.
“Semua yang hidup di dunia ini, rezekinya telah diatur oleh Gusti Allah. Di tengah berbagai ujian dan musibah, mari kita perbanyak membaca shalawat dan istighfar,” ujarnya, merujuk pada pesan Al-Qur’an tentang pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pesantren sebagai Pilar Kebangsaan
Secara lebih luas, Haul Akbar ini juga dimaknai sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah antara ulama, umara, dan masyarakat. Pesantren diteguhkan sebagai pilar penting penjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan—nilai yang relevan untuk menjawab tantangan sosial kontemporer.
Pemerintah Kabupaten Malang, lanjut Sanusi, berkomitmen terus mendukung eksistensi dan pengembangan pondok pesantren sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat peran pesantren dalam pendidikan karakter dan ketahanan sosial masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Amin KH. M. Dahlan Nabrowy, unsur Forkopimcam Tumpang—Camat Tumpang, Danramil, Kapolsek—serta jajaran terkait lainnya. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan dan pembangunan moral di Kabupaten Malang.

















