SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Perebutan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang mulai menghangat. Mundurnya H Rosydin dari jabatan Ketua Umum KONI Kabupaten Malang membuka ruang kontestasi baru menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang dijadwalkan digelar Februari 2026.
Rosydin resmi mengundurkan diri pada 20 Desember 2025, meski masa jabatannya sejatinya masih berlangsung hingga 2028. Keputusan tersebut langsung memicu munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut siap maju dalam bursa calon ketua.
Padahal, Rosydin baru saja kembali terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Malang dalam Musorkab ke-7 yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Sabtu (29/6/2024). Ia telah memimpin organisasi olahraga tersebut sejak 2020.
Pengunduran diri Rosydin tak lepas dari hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Kabupaten Malang gagal menembus tiga besar, meski Malang Raya berstatus sebagai tuan rumah bersama.
Situasi tersebut menjadi titik balik yang akhirnya berujung pada keputusan mundur dari pucuk pimpinan KONI Kabupaten Malang.
Seiring kosongnya jabatan ketua umum, atmosfer Musorkablub mulai terasa. Sejumlah figur disebut siap meramaikan kontestasi, mulai dari tokoh olahraga, pengurus internal KONI, kepala desa di wilayah Kecamatan Wagir, hingga anak seorang pengusaha.
Munculnya banyak kandidat dinilai memberi warna baru dalam Musorkablub KONI Kabupaten Malang mendatang.
Menanggapi dinamika tersebut, Bupati Malang HM Sanusi menegaskan tidak akan terlalu jauh mencampuri proses pemilihan Ketua KONI yang baru. Ia memilih menyerahkan sepenuhnya kepada cabang olahraga (cabor) yang memiliki hak suara.
Meski demikian, Sanusi mengakui sudah ada sejumlah pihak yang datang menemuinya untuk meminta restu maju sebagai calon ketua.
“Saya sampaikan, silahkan untuk ikut pencalonan Ketum KONI. Karena saya sebagai Bupati Malang, menyerahkan semuanya kepada para cabang olahraga (cabor), siapa yang pantas sebagai Ketum KONI Kabupaten Malang,” paparnya.
Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi itu berharap, siapa pun yang terpilih nantinya mampu membawa prestasi olahraga Kabupaten Malang lebih baik, tidak hanya di level daerah dan provinsi, tetapi juga nasional hingga internasional.
Ia pun memberikan apresiasi kepada para atlet Kabupaten Malang yang telah mengharumkan nama daerah, baik di ajang Porprov Jatim, PON, Asean Games, hingga SEA Games.
Di tengah dinamika perebutan kursi ketua, Sanusi juga mengingatkan soal pengelolaan anggaran. Ia menegaskan agar pengurus KONI ke depan berhati-hati dalam mengelola dana hibah dari pemerintah.
“Kami mengingatkan kepada pengurus KONI yang baru nanti, hati-hati dalam mengelola dana hibah dan pergunakan anggaran sesuai peruntukannya. Jangan bermain-main dengan anggaran yang bersumber dari uang negara,” tegasnya.
Musorkablub KONI Kabupaten Malang pun diprediksi bakal berlangsung ketat. Selain soal figur, transparansi anggaran dan arah pembinaan atlet dipastikan menjadi isu krusial yang menentukan pilihan para pemilik suara.
Sumber: Malang Post





















