SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Akses utama penghubung Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri melalui Kecamatan Pujon terganggu akibat bencana longsor. Material tanah dan kayu menutup sebagian Jalur Provinsi Malang–Kediri, membuat kendaraan roda empat tak bisa melintas dan memaksa pengguna jalan mencari rute lain.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Talasan, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (15/1/2026) sore. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat memicu ambrolnya tebing di sisi jalan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter, lebar 10 meter, dan ketebalan 3 meter runtuh ke badan jalan.
“Meterial ini menutup sebagian jalur Provinsi Malang-Kediri. Menyebabkan kendaraan roda 4 tidak bisa melintasi jalan ini. Sementara kendaraan roda 2 masih bisa melintas, tapi dengan sistem buka tutup,” terangnya.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas dari arah Malang menuju Kediri maupun sebaliknya tersendat. Kendaraan roda dua masih diizinkan melintas secara terbatas, sementara kendaraan roda empat harus menunggu proses pembersihan selesai atau memutar lewat jalur alternatif.
Begitu menerima laporan, BPBD Kabupaten Malang langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta kaji cepat. Penanganan darurat dilakukan dengan fokus membersihkan material longsor berupa tanah lumpur dan potongan kayu yang menutup jalan.
Sadono mengatakan alat berat telah didatangkan ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi material. Meski demikian, kondisi cuaca masih menjadi tantangan karena hujan ringan masih mengguyur kawasan tersebut.
“Alat berat sudah tiba di lokasi sehingga upaya pembersihan bisa berjalan lebih cepat. Tapi situasi di sini masih hujan ringan, sehingga tetap harus waspada pada potensi longsor susulan,” tegasnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur-jalur dengan kontur tebing curam. Pasalnya, intensitas hujan di wilayah Kabupaten Malang masih terbilang tinggi.
“Karena musim hujan dan cuaca ekstrem diperkirakan masih sampai Februari 2026, masyarakat diimbau tetap waspada. Karena potensi bencana hidrometeorologi masih bisa terjadi kapan saja,” pungkasnya



















