SUARAMALANG.COM, Malang – Perjalanan darat dari Malang menuju Blitar kerap dianggap sepele. Jaraknya relatif dekat dan bisa ditempuh dalam hitungan jam. Namun di balik itu, pilihan jalur ternyata sangat berpengaruh pada kenyamanan selama di jalan.
Sebagian orang mengejar waktu dengan rute cepat dan ramai, sementara lainnya justru lebih menikmati jalur lengang dengan pemandangan alam agar perjalanan terasa santai. Menariknya, rute Malang–Blitar menawarkan banyak alternatif, mulai dari jalan nasional, jalur sepi bernuansa alam, hingga transportasi umum yang praktis.
Berikut sejumlah jalur yang kerap jadi pilihan karena dinilai lebih nyaman dan minim stres.
1. Kereta Api, Andalan Penumpang yang Ingin Bebas Macet
Bagi banyak penumpang, kereta api masih menjadi opsi paling tenang untuk bepergian dari Malang ke Blitar. Waktu tempuhnya relatif singkat, sekitar 1 jam 20 menit, dan nyaris tanpa gangguan kemacetan.
Rute ini dilayani beberapa perjalanan kereta, termasuk layanan commuter Penataran atau Dhoho. Penumpang bisa berangkat dari Stasiun Malang, Malang Kota Lama, maupun Kepanjen, lalu turun langsung di Stasiun Blitar. Selain jadwal yang konsisten, kenyamanan dan kemudahan pemesanan tiket membuat kereta kerap jadi pilihan utama.
2. Bus Antarkota, Praktis Tanpa Perlu Menyetir
Alternatif lain yang cukup diminati adalah bus antarkota. Dari Terminal Arjosari Malang, tersedia berbagai layanan bus menuju Blitar, baik kelas Patas maupun bus AC reguler.
Sejumlah operator seperti PO Tentrem dan Bagong rutin melayani rute ini dengan tujuan akhir Terminal Patria Blitar. Meski waktu tempuh bergantung kondisi lalu lintas, perjalanan dengan bus cocok bagi penumpang yang ingin duduk santai tanpa harus fokus mengemudi.
3. Jalur Nasional via Kepanjen, Stabil dan Mudah Dilalui
Untuk pengendara pribadi, jalur nasional masih menjadi favorit. Rute yang melintasi Kepanjen dan Sumberpucung ini dikenal memiliki kondisi jalan yang relatif baik dan lebar.
• Lintasan: Malang Kota – Pakisaji – Kepanjen – Sumberpucung – Karangkates – Blitar.
Meski lalu lintas cukup padat, arus kendaraan biasanya tetap mengalir, terutama di luar jam sibuk. Di kawasan Bendungan Lahor, banyak pengendara memilih berhenti sejenak untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan. Pengguna jalan perlu memperhatikan bahwa sistem pembayaran di area ini sudah non-tunai.
4. Lewat Ngantang, Pilihan Tenang dengan Nuansa Alam
Bagi yang ingin suasana berbeda, jalur Ngantang sering dijadikan alternatif. Rute ini menawarkan panorama perbukitan dan waduk yang menyejukkan mata, cocok bagi perjalanan tanpa buru-buru.
• Lintasan: Malang – Dau – Ngantang – Bendungan Selorejo – Blitar.
Kondisi lalu lintas cenderung lebih sepi dibanding jalur nasional. Meski demikian, pengendara perlu waspada karena kualitas jalan tidak selalu seragam. Beberapa titik cukup sempit atau berlubang, terutama saat musim hujan.
5. Jalur Lintas Selatan, Favorit Pencinta Wisata Jalanan
Untuk perjalanan yang sekaligus bernuansa rekreasi, Jalur Lintas Selatan (JLS) menawarkan pengalaman berbeda. Rute ini membentang di wilayah pesisir selatan Malang hingga Blitar dengan suguhan pantai dan perbukitan.
Meski jaraknya lebih panjang dan tidak ideal bagi yang mengejar waktu, JLS kerap dipilih saat akhir pekan atau libur panjang. Udara segar dan pemandangan laut menjadi daya tarik utama bagi penumpang yang ingin menikmati perjalanan secara perlahan.
Dengan beragam opsi rute dan moda transportasi, perjalanan Malang–Blitar kini bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mau cepat, santai, atau sekalian cuci mata di jalan, semua tinggal dipilih sesuai gaya perjalanan masing-masing.





















