Iklan

Jadwal dan Lokasi Harlah 1 Abad NU di Kota Malang, Stadion Gajayana Siap Tampung Ribuan Jemaah

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kota Malang dipastikan siap menjadi tuan rumah peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada Minggu 8 Februari 2026. Stadion Gajayana ditetapkan sebagai pusat kegiatan utama dengan tema Memperkokoh Jam’iyah Tradisi, Kontribusi, dan Meningkatkan Peradaban.

Pemerintah Kota Malang memastikan seluruh persiapan berjalan matang. Stadion Gajayana dinilai layak untuk menggelar acara berskala besar yang diprediksi akan dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah.

Iklan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat selaku Ketua Panitia Lokal menegaskan kesiapan penuh Pemkot Malang sebagai tuan rumah. Ia memperkirakan sekitar 40 ribu hingga 50 ribu jemaah akan memadati area utama stadion.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, rangkaian acara dijadwalkan dimulai lebih dini. Kegiatan akan berlangsung sejak pukul 03.00 WIB dan ditargetkan selesai pada pukul 08.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan stadion tersebut secara teknis siap digunakan. Ia menyebut daya tampung Stadion Gajayana mencapai puluhan ribu orang.

“Area rumput stadion dapat menampung sekitar 10 ribu orang, sedangkan tribun maksimal sekitar 15 ribu jemaah,” ungkap Baihaqi.

Tak hanya mengandalkan area stadion, Pemkot Malang juga menyiapkan kawasan penyangga di sekitar Stadion Gajayana. Menurut Baihaqi, area luar stadion mampu menampung hingga 70 ribu orang tambahan.

“Jika jumlah jemaah melebihi kapasitas stadion, kawasan luar akan dimanfaatkan. Jalan-jalan sekitar sudah kami kondisikan,” katanya.

Dengan skema tersebut, total daya tampung kawasan Stadion Gajayana diperkirakan bisa mengakomodasi hingga sekitar 100 ribu jemaah.

Pemkot Malang juga menggandeng instansi vertikal dan horizontal untuk memastikan keamanan serta kelancaran acara. Infrastruktur pendukung seperti akses jalan, air bersih, hingga fasilitas wudhu turut menjadi perhatian.

Selain itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Malang, Anis Januar menjelaskan skema rekayasa lalu lintas akan diterapkan di sejumlah ruas jalan sekitar Stadion Gajayana. Pengalihan arus kendaraan akan dilakukan di beberapa titik.

“Titik ruas jalan yang arus kendaraannya dialihkan antara lain di Jalan Semeru, Jalan Tangkuban Perahu, Jalan Bromo dan beberapa jalan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat serta kawasan Alun-Alun Merdeka tidak diberlakukan rekayasa lalu lintas. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk menghindari kawasan tersebut dan mencari jalur alternatif guna mengurangi potensi kepadatan.

Jumlah jemaah yang hadir diperkirakan bisa menembus lebih dari 100 ribu orang. Dengan asumsi satu bus berkapasitas 40 penumpang, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Malang diperkirakan mencapai ribuan unit.

“Kalau semisal satu bus berkapasitas 40 orang dikalikan 100 ribu jemaah, maka bisa mencapai hingga 2.500 bus,” tutup Anis.

Iklan
Iklan
Iklan