SUARAMALANG.COM, Kabupaten Trenggalek – Dampak gempa bumi bermagnitudo 5,5 yang berpusat di tenggara Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) pagi, paling terasa di Kabupaten Trenggalek. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan, bahkan tiga orang warga harus mendapat perawatan medis akibat tertimpa material bangunan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat, korban luka ringan terjadi di Kantor Kecamatan Dongko, Trenggalek. Ketiganya mengalami cedera setelah terkena material bangunan yang jatuh saat gempa berlangsung.
“Untuk korban akibat peristiwa tersebut tercatat di Kabupaten Trenggalek, yakni luka ringan sebanyak tiga jiwa. TRC PB BPBD Kabupaten Trenggalek melakukan penanganan di lokasi kejadian dan membawa korban luka ke Puskesmas Dongko,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno.
Selain menimbulkan korban luka, gempa juga menyebabkan kerusakan ringan pada Kantor Kecamatan Dongko. Bagian genteng depan bangunan dilaporkan melorot akibat kuatnya guncangan yang dirasakan warga setempat.
Satriyo menjelaskan, gempa ini dirasakan hampir di seluruh wilayah selatan Jawa Timur dengan intensitas bervariasi, mulai dari II hingga IV MMI. Trenggalek termasuk wilayah yang merasakan guncangan cukup kuat, terutama di kawasan perbukitan dan perdesaan.
Tak hanya Trenggalek, dampak gempa juga terpantau di daerah lain. Di Kabupaten Malang, tepatnya Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan dan telah dilakukan asesmen oleh tim BPBD setempat.
“Selanjutnya, peristiwa gempa bumi juga berdampak di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, di mana tercatat sebanyak dua unit rumah mengalami kerusakan ringan. TRC PB BPBD Kabupaten Malang melakukan assessment di lokasi terdampak,” beber Satriyo.
BPBD Provinsi Jawa Timur memastikan pemantauan masih terus dilakukan dengan menjalin koordinasi intensif bersama BPBD kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur untuk mengantisipasi kemungkinan adanya laporan tambahan.
“BPBD Provinsi Jawa Timur berkoordinasi dengan kabupaten/kota jika ada dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates Malang, Mamuri, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa tektonik yang berpusat di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 122 kilometer. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa dipicu oleh aktivitas deformasi batuan dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan naik.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ungkap Mamuri dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).
BMKG juga memastikan hingga pukul 08.35 WIB belum terpantau adanya gempa susulan dan hasil pemodelan menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Sumber: Bisnis.com





















