Iklan

Tim Apatte62 UB Juara Shell Eco-Marathon Qatar, Lolos ke Kejuaraan Dunia 2027

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Tim Apatte62 Brawijaya sukses tampil gemilang di ajang internasional Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026 yang digelar di Doha, Qatar.

Kompetisi ini dikenal sebagai salah satu lomba paling bergengsi di bidang inovasi kendaraan hemat energi dan teknologi transportasi berkelanjutan. Ajang yang diinisiasi Shell Global tersebut berlangsung secara offline pada 21-25 Januari 2026 di Lusail International Circuit, Doha.

Iklan

Hasilnya, tim Apatte62 UB membawa pulang sejumlah penghargaan sekaligus membuka jalan menuju level dunia.

Dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara, Apatte62 Brawijaya mencatat pencapaian besar, yakni:
• Juara 1 kategori Hydrogen Prototype
• Juara 2 Safety Award (off-track)
• Peringkat 4 kategori Urban Electric

Tak hanya itu, kendaraan Urban Electric mereka juga memastikan diri sebagai salah satu yang lolos kualifikasi menuju Global Championship 2027.

General Manager Apatte62, Farras Nabil Alif P, mengaku bangga bisa membawa nama UB dan Indonesia di panggung internasional.

“Kami sangat senang dan bangga bisa mewakili Universitas Brawijaya dan Indonesia di tingkat internasional. Tahun ini proses penilaiannya jauh lebih ketat, dan kami sama sekali tidak menyangka bisa meraih hasil sebesar ini hingga lolos ke Global Championship 2027,” ujarnya.

Prestasi tim Hydrogen Prototype juga menjadi sorotan karena bukan hanya keluar sebagai juara, tetapi juga mencetak rekor Asia.

Manajer Hydrogen Prototype, Affix Galih Irawanda, menjelaskan capaian timnya terasa sangat spesial. “Selain meraih juara pertama di kategori Hydrogen Prototype, kami juga berhasil mencetak rekor Asia sebagai pencapaian tertinggi. Tahun ini sistem penilaian dibedakan antara performa di lintasan dan di luar lintasan, lalu semuanya diakumulasi menjadi hasil akhir,” jelas Affix.

Menurutnya, sistem penilaian tahun ini lebih kompleks dibanding sebelumnya karena memperhitungkan aspek teknis di trek dan aspek pendukung lainnya.

Di kategori Urban Electric, Apatte62 UB juga mencuri perhatian lewat inovasi teknologi keselamatan terbaru.
Manajer Urban Electric, M. Lukman Hadi Wibowo, mengatakan timnya mengembangkan sistem keamanan berbasis edge computing.

“Kami mengembangkan sistem keselamatan berbasis edge computing dengan memanfaatkan Raspberry Pi 5 sebagai unit pemrosesan utama. Sistem ini memproses input kamera secara real time untuk mendeteksi keberadaan manusia dan penggunaan alat pelindung diri, lalu otomatis memberikan peringatan visual dan suara jika terjadi pelanggaran keselamatan,” terang Lukman.

Teknologi ini dinilai menjadi salah satu inovasi penting dalam mendukung keamanan kendaraan listrik perkotaan.

Tim Urban Electric Apatte62 Brawijaya terdiri dari:
M. Lukman Hadi Wibowo, Althaf Trisetya Azmi, Daffa Alauddin Adji, Adinda Annisa Dewi, Endra Anugrah Apriyanto, M. Raditya Nesta, Daiva Abyudia Putra S, Tegar Andika Saleh H, Kevin Oktanius H, Ivan Indra Ardhianta, Ratna Yunio, M. Aulia Rahman, Salman Alfarizi, dan M. Raffi Almerulmi.

Sementara tim Hydrogen Prototype terdiri dari:
Affix Galih Irawanda, Puja Luthfyana, Ilham Al Hakim, Farid Hardiansyah, Langga Mahariswanto, Ibrahim Al Ghifari, Rexy Gizza Agtrisimay, Naruto Nayyotama, Farras Nabil Alif P, Jovia Armanda Sari, M. Zulreyhan Al Azkia, Fredo Dwi Rangga, M. Irsyad Darmawan, dan Rheza Budi Firmansyah.

Keberhasilan Apatte62 Brawijaya menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam pengembangan kendaraan hemat energi berbasis hidrogen maupun listrik.

Iklan
Iklan
Iklan