Iklan

Nasib PKL Belum Jelas Kala Alun-alun Merdeka Malang Diresmikan

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang sudah rampung dan telah diresmikan. Namun di balik wajah baru ruang publik ikonik itu, ada persoalan lain yang masih menggantung, nasib pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggantungkan hidup di sekitar kawasan tersebut.

Pemkot Malang belum memberikan kepastian soal penempatan PKL pasca revitalisasi. Untuk sementara, kebijakan yang berlaku adalah kawasan alun-alun harus steril dari aktivitas berdagang.

Iklan

“Sampai hari ini arahannya masih steril. Alun-alun tidak boleh ada PKL,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Raymond Hatigoran Matondang.

Raymond menegaskan, belum ada arahan resmi lanjutan dari Wali Kota Malang terkait lokasi baru bagi PKL. Karena itu, pengawasan di lapangan diminta tetap ketat agar kawasan Alun-alun Merdeka bersih dan tertib saat dibuka.

Menurutnya, penertiban menjadi kewenangan Satpol PP, sementara urusan parkir berada di bawah Dinas Perhubungan.

“Intinya, saat ini belum boleh. Satpol PP dan Dishub diminta menyampaikan ke PKL agar Alun-alun tetap steril. Mudah-mudahan saat pembukaan ada arahan lanjutan dari wali kota,” tegasnya.

Soal lokasi alternatif, Raymond menyebut pembahasannya masih sebatas wacana. Salah satu arahan sementara dari Wali Kota Malang adalah mengarahkan PKL ke kawasan pendukung wisata Kayutangan Heritage, misalnya sekitar Splendid. Namun opsi itu belum diputuskan final.

“Arahannya mendekati Kayutangan Heritage, tapi itu masih menunggu keputusan lanjutan,” ungkapnya.

Di sisi lain, muncul masukan agar PKL tidak dipindahkan terlalu jauh karena Alun-alun Merdeka selama ini menjadi pusat keramaian sekaligus sumber ekonomi informal bagi banyak pedagang.

Sementara polemik PKL masih menggantung, revitalisasi Alun-alun Merdeka dipastikan selesai 100 persen sejak 20 Januari 2026. Proyek ini berjalan sesuai target 105 hari kerja sejak dimulai 8 Oktober 2025 dengan dukungan pembiayaan CSR Bank Jatim senilai Rp 5 miliar.

Pembukaan alun-alun bahkan dipercepat untuk mendukung agenda besar keagamaan. “Revitalisasi sudah sesuai rencana. Pembukaan kami percepat karena pekan depan ada kegiatan Harlah NU yang membutuhkan ruang bagi jamaah,” katanya.

Berbagai fasilitas publik juga telah diperbarui, mulai dari area bermain anak dengan lantai lebih aman, cat ramah anak, hingga air mancur yang bisa dimanfaatkan dengan pengoperasian terbatas.

Diketahui, Alun-alun Merdeka telah diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Di tengah belum jelasnya arah kebijakan, para PKL mengaku mulai resah. Akhmad, pedagang cilok yang sudah lebih dari dua dekade berjualan di sekitar alun-alun, berharap pemerintah segera memberi solusi.

“Saya tahu dilarang, tapi ini satu-satunya tempat saya mencari nafkah. Kalau ditata, kami mau,” ucap Akhmad.

Sumber: Times Indonesia

Iklan
Iklan
Iklan