SUARAMALANG.COM, Kota Malang, junat — Setelah melalui proses revitalisasi yang cukup panjang, Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menunjukkan fungsinya sebagai ruang publik utama yang ramah bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga. Pada jumat sore (30/1/2026),
Kawasan Alun-Alun Merdeka terlihat dipadati pengunjung dari berbagai kalangan yang memanfaatkan fasilitas bermain, area terbuka hijau, hingga arena air mancur yang menjadi daya tarik tersendiri.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana alun-alun tampak hidup dan penuh keceriaan. Arena bermain anak dipenuhi tawa, sementara beberapa sisi lapangan berumput dimanfaatkan anak-anak untuk berlarian, bermain sepeda, hingga duduk santai bersama keluarga.
Revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Malang dinilai berhasil mengembalikan fungsi alun-alun sebagai ruang interaksi sosial yang aman, nyaman, dan inklusif.
Di sekitar bundaran Alun-Alun Merdeka, anak-anak tampak antusias bermain di area pancuran air. Mereka berlarian mengikuti alur air mancur yang menyembur dari permukaan, tak peduli tubuh dan pakaian menjadi basah.
Guyuran air justru menambah keseruan dan semangat bermain. Orang tua terlihat mengawasi dari kejauhan, sebagian mengabadikan momen keceriaan anak-anak mereka menggunakan ponsel.
“Sudah lama tidak melihat Alun-Alun seramai ini. Anak-anak senang sekali, apalagi ada air mancur. Mereka bisa bermain bebas tapi tetap aman,” ujar Siti Aminah, salah satu orang tua pengunjung asal Kecamatan Klojen.
Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang memang menghadirkan konsep ruang publik modern yang tetap mempertahankan identitas kota. Penataan ulang area bermain anak, jalur pedestrian, ruang hijau, serta pencahayaan malam hari menjadikan kawasan ini lebih tertib dan nyaman.
Keberadaan rumput hijau yang terawat juga memberi ruang bagi aktivitas informal masyarakat, mulai dari bermain bola kecil, piknik sederhana, hingga sekadar duduk bersantai.
Salah satu aktivitas yang paling diminati anak-anak adalah bermain sepeda di sekitar area alun-alun. Jalur yang relatif datar dan luas membuat anak-anak leluasa mengayuh sepeda mereka. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental anak.
Aktivitas fisik seperti bersepeda di luar ruangan diketahui dapat merangsang tubuh untuk mengeluarkan hormon endorfin. Hormon ini berperan penting dalam menciptakan perasaan bahagia dan energi positif.
Para orang tua menilai kegiatan tersebut sangat efektif untuk mengurangi kejenuhan anak-anak setelah menjalani rutinitas belajar, baik di sekolah maupun di rumah.
“Anak saya kalau sudah capek belajar biasanya jadi mudah marah. Tapi setelah diajak main sepeda di sini, suasana hatinya langsung berubah, lebih ceria,” kata Rudi Hartono, warga Lowokwaru.
Selain bersepeda, ayunan menjadi salah satu wahana favorit yang tak pernah sepi. Anak-anak tampak bergantian menaiki ayunan dengan wajah penuh kegembiraan. Sensasi angin yang menerpa wajah saat berayun memberikan rasa bebas dan menyenangkan, seolah melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Menariknya, aktivitas sederhana seperti bermain ayunan juga memiliki nilai edukatif. Anak-anak secara alami belajar untuk mengantre dan menunggu giliran. Interaksi kecil pun tercipta, mulai dari obrolan ringan hingga kerja sama untuk saling mendorong ayunan. Tanpa disadari, proses ini melatih kemampuan bersosialisasi dan komunikasi sejak dini.
“Kalau di rumah main sendiri, di sini mereka ketemu banyak teman. Jadi belajar sabar, belajar gantian,” ujar Lina, pengunjung asal Blimbing.
Lebih jauh, para pemerhati tumbuh kembang anak menilai bahwa permainan di ruang publik seperti Alun-Alun Merdeka memiliki dampak positif terhadap pengelolaan emosi anak. Anak-anak diajarkan untuk memahami perasaan orang lain, mengendalikan keinginan, serta menumbuhkan empati. Nilai-nilai ini sangat penting dalam pembentukan karakter sosial anak di masa depan.
Kehadiran Alun-Alun Merdeka yang tertata rapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitarnya. Pedagang kaki lima, penyedia mainan anak, hingga penjual makanan ringan merasakan peningkatan jumlah pembeli, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Namun demikian, petugas terlihat tetap melakukan pengawasan agar aktivitas ekonomi tidak mengganggu ketertiban dan kebersihan kawasan.
Pemerintah Kota Malang sebelumnya menegaskan bahwa revitalisasi Alun-Alun Merdeka tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada fungsi sosial dan keberlanjutan. Pengelolaan kebersihan, keamanan, serta pemeliharaan fasilitas menjadi perhatian utama agar alun-alun dapat dinikmati dalam jangka panjang oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menjelang sore hingga malam hari, suasana Alun-Alun Merdeka semakin semarak. Lampu-lampu taman menyala, menciptakan suasana hangat dan ramah. Keluarga, pasangan muda, hingga wisatawan tampak menikmati suasana kota dari jantung Malang. Anak-anak masih bermain dengan penuh energi, seolah enggan pulang.
Kondisi ini menjadi bukti bahwa ruang publik yang dikelola dengan baik mampu menjadi pusat kebahagiaan warga kota. Alun-Alun Merdeka Malang kini kembali berperan sebagai ruang bersama yang tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memperkuat ikatan sosial, menghadirkan kebahagiaan, serta mendukung tumbuh kembang anak-anak di lingkungan perkotaan.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Alun-Alun Merdeka Malang diyakini akan terus menjadi destinasi favorit warga dan pengunjung, sekaligus simbol keberhasilan revitalisasi ruang publik di Kota Malang.
Pewarta: *Ali Halim





















