
SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Dinamika menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Malang yang dijadwalkan pada 14 Februari 2026 kian menghangat. Salah satu kandidat kuat, Zia’ul Haq, mulai menunjukkan manuver politiknya untuk mengonsolidasikan dukungan cabang olahraga (cabor) setelah resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang.
Zia’ul Haq merupakan politisi senior Partai Gerindra yang juga menjabat Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Malang. Namanya dikenal luas dalam berbagai kontestasi politik lokal, termasuk pada Pilkada Kabupaten Malang 2024. Dalam bursa calon Ketua KONI Kabupaten Malang, ia berhadapan dengan sejumlah nama, salah satunya Darmadi yang diusung dari lingkaran PDI Perjuangan.

Konsolidasi Dukungan Cabang Olahraga
Sehari setelah terpilih sebagai Ketua IPSI Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026), Zia’ul Haq langsung melakukan langkah pendekatan ke figur strategis olahraga daerah. Pada Minggu (1/2/2026) malam, ia mendatangi Ahmad Sharoni, salah satu kandidat Ketua KONI yang juga dikenal memiliki pengaruh kuat di kalangan pengurus cabang olahraga.
Pertemuan berlangsung di warung sate milik Sharoni yang baru dibuka di kawasan Kepanjen. Dalam suasana santai, Zia’ul Haq menyampaikan apresiasi terhadap usaha tersebut seraya membuka ruang komunikasi yang lebih luas menjelang Musorkablub.
“Enak pol, satenya Pak Roni. Makanya, ramai pembeli meski baru buka,” ujar Zia’ul Haq dalam pertemuan tersebut.
Sharoni sendiri dikenal memiliki kedekatan dengan sedikitnya 27 cabang olahraga di Kabupaten Malang. Posisi itu menjadikannya figur kunci dalam peta dukungan menuju pemilihan Ketua KONI.
Arah Koalisi Menuju Musorkablub
Zia’ul Haq tidak datang sendiri dalam pertemuan tersebut. Ia didampingi Ukasya Ali, anggota DPRD Kabupaten Malang dari Partai Gerindra yang juga menjabat Ketua PSSI Kabupaten Malang. Kehadiran Ukasya memperkuat sinyal bahwa pendekatan tersebut bukan sekadar silaturahmi personal, melainkan bagian dari komunikasi politik olahraga yang lebih terstruktur.
Mantan aktivis yang kini berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Malang itu mengakui bahwa pertemuan tersebut merupakan ajakan awal untuk membangun kerja sama ke depan.
“Ya, seperti itu lah, kami mengajak Pak Roni untuk bergabung buat membesarkan KONI jika kami terpilih nanti,” ujar Zia’ul Haq.
Sharoni belum secara terbuka menyatakan dukungan. Namun, ia mengonfirmasi bahwa komunikasi antarcalon masih terbuka dan akan dibahas lebih lanjut menjelang Musorkablub.
Peta Kandidat Ketua KONI Kabupaten Malang
Selain Zia’ul Haq dan Darmadi, bursa calon Ketua KONI Kabupaten Malang juga diisi sejumlah nama lain. Ahmad Sharoni sendiri tercatat sebagai salah satu kandidat. Selain itu, ada Unggul Nugroho, Ketua Cabang Olahraga Karate yang merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Malang tiga periode dari Partai Gerindra, serta Mulyono yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas Ketua KONI setelah Rosyidin mengundurkan diri dari kepengurusan periode 2024–2028.
Dengan waktu yang tersisa kurang dari dua pekan, arah dukungan cabang olahraga diperkirakan akan menjadi faktor penentu. Musorkablub KONI Kabupaten Malang bukan hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga momentum konsolidasi masa depan pembinaan olahraga daerah.



















