SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Kontestasi Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Malang tak hanya mempertemukan Darmadi dan Zia’ul Haq sebagai kandidat ketua, tetapi juga memunculkan dinamika dua kekuatan politik besar di daerah.
Darmadi menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Malang. Sementara itu, Zia’ul Haq menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Malang. Konstelasi ini membuat Musorkablub turut disorot sebagai arena adu pengaruh, meski kedua kubu menegaskan pemilihan tetap berada dalam koridor organisasi olahraga.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, secara terbuka menyatakan dukungan kepada Darmadi.
“Ya, namanya teman, sesama partai, kalau lagi punya hajat, ya kami semua harus mendukungnya.”
Ia bahkan mengklaim adanya dukungan lintas fraksi dalam kontestasi tersebut.
“Dukungan lintas fraksi kepada Darmadi ini bukan sekedar keputusan politik, melainkan wujud komitmen bersama memajukan olahraga di daerah.”
Gerindra Tegaskan Bukan Agenda Partai
Dari kubu Gerindra, dinamika yang berkembang dinilai sebagai bagian dari suasana menjelang pemilihan.
“Itu kan gimmick saja, untuk meramaikan suasana menjelang pemilihan ketua KONI, bolehlah buat seru-seruan.”
Zia’ul Haq sendiri menegaskan bahwa pencalonannya bukan representasi resmi kepentingan partai politik.
“Pencalonan personal ketua KONI Kabupaten Malang adalah kepentingan memajukan olahraga di Kabupaten Malang, bukan kepentingan langsung partai politik.”
Meski masing-masing pihak menepis unsur politisasi, publik tetap menangkap adanya pertaruhan pengaruh di balik kontestasi tersebut. Dukungan terbuka fraksi, posisi strategis kandidat di parlemen daerah, serta intensitas komunikasi menjelang Musorkablub memperkuat persepsi bahwa agenda ini lebih dari sekadar forum rutin organisasi olahraga.
Musorkablub KONI Kabupaten Malang akhirnya menjadi panggung pembuktian bukan hanya bagi dua kandidat, tetapi juga bagi soliditas jaringan dukungan di tingkat cabang olahraga. Siapa yang mampu menggalang kepercayaan mayoritas Ketua Cabor akan menentukan arah kepemimpinan dan strategi pembinaan olahraga daerah ke depan.

























