SUARAMALANG.COM, Pamekasan – Satu butir kelapa muda yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumdes Sejahtera di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, digunakan sebagai menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dua hari sekaligus.
Informasi yang dirangkum dari pemberitaan menyebutkan, pada Kamis (12/2/2026), sebanyak 2.030 siswa di Kecamatan Palengaan menerima satu butir kelapa muda sebagai bagian dari jatah MBG untuk hari Kamis dan Jumat. Dalam paket tersebut, siswa juga memperoleh dua butir telur mentah, dua potong roti produk UMKM, serta susu.
Kepala SPPG Bumdes Sejahtera Desa Rek Kerrek, Hairul Hafid, membenarkan bahwa satu butir kelapa muda diperuntukkan selama dua hari.
“Iya itu untuk dua hari. Dua telur dan dua roti. Ada susunya juga mas,” kata Hairul, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran menu dua hari dijadikan satu kali distribusi pada Kamis karena pada Jumat tidak ada penyaluran MBG. Menurutnya, komposisi menu yang dibagikan telah memenuhi standar kebutuhan gizi dan telah disetujui tenaga ahli.
“Sudah memenuhi kebutuhan gizi dan disetujui ahli gizi,” ujarnya.
Namun, saat dimintai keterangan lebih lanjut mengenai alasan pemilihan kelapa muda sebagai menu untuk dua hari, pihak SPPG tidak memberikan penjelasan tambahan.
Distribusi Menu dan Perbedaan Paket
Diketahui, SPPG Bumdes Sejahtera mendistribusikan MBG untuk total 3.000 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.030 siswa menerima paket kelapa muda, sedangkan 970 siswa lainnya memperoleh menu berbeda berupa jeruk, telur mentah, sepotong roti produk UMKM, dan susu.
Perbedaan komposisi menu ini memunculkan perhatian publik terkait standar distribusi dan kesetaraan asupan gizi antar penerima manfaat program.
Harga Kelapa Muda di Pamekasan
Sementara itu, salah satu pedagang kelapa di Pamekasan, Zakaria, mengungkapkan harga kelapa muda relatif stabil di wilayah Madura.
“Kelapa muda dengan harga kulakan per butir hanya Rp 4.000. Kalau saat kelapa sulit harganya baru naik jadi Rp 5,000 per butir,” katanya.
Ia menambahkan bahwa harga kelapa muda di Madura hampir merata, dengan selisih tipis antarwilayah.
“Harganya sama kalau di Madura, paling mahal Rp 5.000 kelapa muda tapi jarang,” tandasnya.
Program MBG sendiri dirancang untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi siswa. Namun, skema distribusi dua hari dalam satu kali penyaluran serta penggunaan satu butir kelapa muda untuk dua hari menjadi sorotan, meski pihak SPPG menyatakan menu tersebut telah melalui persetujuan ahli gizi.

























