Hari Pers Nasional 2026_970 x 250 px

Sempat Ditutup 4 Hari, Jembatan Bailey Sonokembang Resmi Dibuka Mulai Hari Ini

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Arus lalu lintas di kawasan Sonokembang, Kota Malang, kembali normal. Setelah ditutup selama empat hari untuk proses pergeseran, Jembatan Bailey Sonokembang resmi dapat dilintasi kembali mulai Selasa, 17 Februari 2026 pukul 06.00 WIB.

Kabar pembukaan itu disampaikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melalui keterangan resminya.

Iklan

“Setelah proses pergeseran selesai dilaksanakan, Jembatan Bailey Sonokembang telah dibuka kembali dan dapat diakses mulai Selasa, 17 Februari 2026 pukul 06.00 WIB,” tulis Dishub Kota Malang melalui akun resminya, Selasa (17/2/2026).

Dishub juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kesabaran selama masa penutupan berlangsung.
“Terima kasih atas kesabaran dan pengertian yang diberikan selama masa penutupan berlangsung. Semoga proses pembangunan Jembatan Sonokembang dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga memberikan kemanfaatan yang optimal. Maturnuwun,” lanjut pernyataan tersebut.

Penutupan akses dilakukan sejak 14 Februari 2026. Selama empat hari, jembatan sementara itu tidak bisa dilalui kendaraan karena harus digeser untuk mendukung pekerjaan konstruksi jembatan permanen.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa di lokasi proyek saat ini sudah dimulai pekerjaan awal berupa penggalian pondasi atau abutment jembatan baru.

“Di lapangan saat ini sudah mulai pekerjaan penggalian untuk pondasi jembatan permanen. Agar alat berat bisa bekerja lebih leluasa dan tidak mengganggu lalu lintas, Jembatan Bailey yang ada perlu digeser, bukan dibongkar,” ujar Dandung.

Jembatan Bailey tersebut dipindahkan sekitar 2,5 meter ke arah timur. Langkah ini diambil agar alat berat memiliki ruang gerak yang cukup saat pengerjaan berlangsung.

“Tujuannya biar alat berat itu leluasa untuk manuvernya. Sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Kalau posisi Jembatan Bailey ini tidak kita geser, nanti potensi mengganggu lalu lintasnya alat beratnya itu besar sekali,” jelasnya.

Penjadwalan penutupan akses sengaja dipilih pada akhir pekan dan bertepatan dengan masa libur sekolah menjelang Ramadan. Pemerintah Kota Malang ingin meminimalkan dampak terhadap aktivitas belajar dan mobilitas warga.

“Kita lakukan mulai Sabtu karena arus di sana banyak digunakan anak-anak sekolah. Kebetulan mulai Sabtu sampai beberapa hari ke depan itu libur menjelang puasa, sehingga pergeseran bisa dimanfaatkan pada waktu tersebut dan tidak mengganggu aktivitas sekolah,” kata Dandung.

Dengan selesainya proses pergeseran, akses kembali dibuka sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Sementara itu, pembangunan Jembatan Sonokembang permanen terus berjalan. Proyek yang mulai dikerjakan sejak 26 Januari 2026 ini ditargetkan tuntas pada 25 Juli 2026.

Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan mencapai Rp 5,2 miliar. Nantinya, jembatan baru akan memiliki panjang 20 meter dan lebar 9 meter.

Struktur yang digunakan berupa gelagar beton dan beton pracetak. Selain itu, elevasi jembatan akan dinaikkan sekitar satu meter, khususnya di sisi utara, untuk memperbaiki kemiringan yang sebelumnya dinilai terlalu menurun.

“Panjang jembatan nanti 20 meter dengan lebar 9 meter, menggunakan konstruksi gelagar dari material beton dan beton pracetak. Elevasinya juga dinaikkan sekitar satu meter, terutama di sisi utara, supaya tidak terlalu turun seperti kondisi sebelumnya,” tutupnya.

Dengan dibukanya kembali Jembatan Bailey, diharapkan aktivitas warga di sekitar Sonokembang kembali lancar sembari menunggu rampungnya jembatan permanen beberapa bulan ke depan.

Iklan
Iklan
Iklan