Hari Pers Nasional 2026_970 x 250 px

Bocah SMP di Malang Hanyut Saat Hujan Deras, Pencarian Meluas ke Sungai Lesti

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun di Kabupaten Malang dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus saluran irigasi saat hujan deras mengguyur wilayahnya. Hingga Rabu (18/2/2026), korban belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan.

Peristiwa itu terjadi di area persawahan Desa Druju RT 02 RW 01, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Selasa (17/2) sekitar pukul 13.45 WIB.

Iklan

Korban diketahui berinisial OPR (14), siswa kelas VII di salah satu SMP swasta setempat.

Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, menjelaskan korban saat itu bermain di atas saluran irigasi bersama tiga temannya ketika hujan deras turun.

“Korban tengah bermain di atas irigasi sekitar pukul 13.45. Karena hujan lebat dan arus air irigasi naik dan cukup deras, korban tiba-tiba terseret arus saluran irigasi saat bermain,” kata Baambang, dikutip KabarBaik.co, Rabu (18/2/2026).

Tiga teman korban sempat berusaha mencari, namun arus yang semakin kuat membuat korban tak terlihat lagi. Salah satu temannya yang juga adik korban langsung berlari meminta pertolongan warga.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke keluarga dan diteruskan ke aparat kepolisian.

Polisi bersama tim gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran irigasi hingga ke hilir yang bermuara ke Sungai Lesti.

“Kami tengah melakukan penyisiran saluran irigasi hingga mengarah ke Sungai Lesti. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” tambah Bambang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, membenarkan laporan tersebut. “Diduga seorang anak hanyut di irigasi sungai Desa Druju. Kami menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Sadono.

Menurutnya, informasi awal menyebut korban berada di aliran irigasi, sementara tiga temannya berada di bagian atas saluran. Debit air yang meningkat akibat hujan deras diduga menjadi penyebab utama korban terseret.

Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, Unit SAR Malang di bawah koordinasi Basarnas Kantor Surabaya, Malang Selatan Rescue (MSR), TNI-Polri, relawan, serta warga setempat.

Penyisiran dilakukan dari darat dengan menyusuri tepi sungai, serta menggunakan perahu untuk memeriksa aliran Sungai Lesti. “Hingga saat ini kami masih melakukan penelusuran di sepanjang aliran sungai,” jelas Sadono.

Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar saluran irigasi maupun sungai saat hujan deras. Debit air bisa meningkat mendadak dan berpotensi membahayakan.

Iklan
Iklan
Iklan