SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kawasan Kayutangan Heritage diprediksi bakal jadi magnet warga saat Ramadan 2026. Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang tak mau kecolongan. Pengawasan parkir di sepanjang Jalan Basuki Rahmat kini diperketat. Hasilnya, 10 sepeda motor langsung diangkut petugas.
Penertiban dilakukan menyusul masih maraknya parkir liar di bahu jalan, meski larangan sudah diberlakukan sejak 7 Januari 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pengamanan khusus menjelang Ramadan.
“Kami akan melakukan pengawasan agar tetap tertib berlalu lintas dan tidak terjadi kepadatan. Tentunya kami bersinergi dengan kepolisian maupun Satpol PP,” ujarnya, dikutip metrotvnews.com, Kamis (19/2/2026).
Dalam operasi yang digelar Minggu (15/2) malam, petugas mendapati sekitar 50 sepeda motor terparkir di tepi jalan kawasan Kayutangan Heritage.
Sebanyak 10 unit langsung diangkut sebagai tindakan tegas. Sisanya dikenai sanksi penggembosan ban.
“Mereka melanggar aturan, sehingga kami tindak sebagai bentuk edukasi dan efek jera,” tambah Widjaja.
Langkah ini disebut sebagai peringatan keras agar pengunjung tak lagi memanfaatkan bahu jalan sebagai lahan parkir dadakan.
Dishub menegaskan, fasilitas resmi sudah tersedia. Pengunjung diminta memanfaatkan Gedung Parkir Kayutangan yang disediakan pemerintah.
“Kami sudah menyediakan fasilitas Gedung Parkir Kayutangan. Silakan dimanfaatkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tegasnya.
Lonjakan aktivitas ngabuburit diperkirakan memicu peningkatan volume kendaraan di kawasan ikonik tersebut. Tanpa pengawasan ketat, kemacetan bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dishub memastikan penertiban tak berhenti sampai di sini. Selama Ramadan, patroli dan pengawasan akan terus digencarkan demi menjaga kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengunjung.
Bagi warga yang berencana ngabuburit di Kayutangan, sebaiknya patuhi aturan parkir. Jika tidak, risiko motor diangkut atau kena sanksi siap menanti.

























