Iklan

Akademi Buah Nusantara Kolaborasi Strategis dengan Pascasarjana UNAIR

Iklan

SUARAMALANG.COM, Surabaya– Akademi Buah Nusantara (ABN) terus memperkuat langkahnya sebagai lembaga pendidikan vokasional di sektor buah nasional yang berorientasi global. Hal itu ditandai dengan pertemuan resmi antara pimpinan ABN dan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) yang digelar di Surabaya, Rabu kemarin (14/01/2026)

” Kami sambut hangat kehadiran ABN, Pasca Sarjana UNAIR siap kerjasama dan kolaborasi. Apalagi sebelumnya sudah bertemu Rektor, Warek dan para guru besar dari FTMM sudah sering berdiskusi dengan ABN,” tegas Prof Dr Suparto Wijoyo, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR Bidang Riset dan Kerja Sama.

Iklan

Ia menilai inisiatif ABN sejalan dengan agenda riset terapan, pembangunan berkelanjutan, dan penguatan kolaborasi internasional. Ia menyebutkan, pada April hingga Juni mendatang, ABN dan Pascasarjana UNAIR merencanakan pelaksanaan program riset dan pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan mitra dari beberapa negara.

“ABN memiliki relevansi kuat dengan isu ketahanan pangan, penguatan desa, pencapaian SDGs, serta peluang riset dan pengabdian masyarakat berbasis kerja sama internasional,” kata Prof. Suparto Wojoyo.

Sementara itu, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR Bidang Sumber Daya dan Sarana Prasarana, Prof (Assoc) Dr Karnaji, menyatakan kesiapan UNAIR untuk mendukung kolaborasi melalui pengabdian masyarakat, riset terapan, dan pemanfaatan fasilitas pendidikan, termasuk untuk program bersama mitra luar negeri.

“ABN memiliki potensi besar sebagai mitra pendidikan vokasional berbasis kebutuhan riil di lapangan dengan orientasi internasional,” ujarnya.

Pendiri ABN, Yusron Aminulloh, menyampaikan bahwa ABN lahir dari kebutuhan nyata industri buah Indonesia yang hingga kini kekurangan sumber daya manusia profesional, khususnya di level manajerial kebun buah, termasuk untuk memenuhi standar industri dan pasar internasional.

“Banyak kebun buah industri di Indonesia berjalan dengan teknologi modern, tetapi tidak memiliki tenaga ahli yang benar-benar paham tata kelola kebun buah. ABN hadir untuk menutup celah itu, sekaligus menyiapkan SDM yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Yusron.

Dr Muhammad As’ad, Ketua Yayasan Akademi Buah Nusantara, menjelaskan, ABN dirancang untuk mencetak lulusan siap kerja yang terhubung langsung dengan kebun-kebun buah industri di berbagai daerah serta jejaring riset dan praktik internasional. Proses pendirian ABN kini memasuki tahap percepatan dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

” Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama formal yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dan program kolaboratif di bidang pendidikan, riset, serta pengabdian masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegas As’ad yang baru diwisuda Doktor dari Leiden, Belanda

Pewarta: *Riyanto

Iklan
Iklan
Iklan