Akses Bromo via Gubugklakah Mulai Bisa Dilalui, BPBD Masih Tangani Longsor

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo melalui jalur Gubugklakah, Kabupaten Malang, mulai kembali bisa dilewati usai terdampak longsor. Meski demikian, petugas masih melakukan penanganan lanjutan karena material longsoran belum sepenuhnya dibersihkan dari badan jalan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut jalur tersebut kini dapat dilalui kendaraan, meski dengan pembatasan dan pengaturan arus lalu lintas.

“Kondisi arus lalu lintas sudah bisa di lewati kendaraan R2 maupun R4 (sepeda motor dan mobil, red) dengan sistem buka tutup,” ujarnya.

Sebelumnya, jalur utama menuju Bromo via Malang ini sempat tertutup total akibat longsor yang terjadi pada Kamis (8/1/2026) malam. Material longsoran dari tebing di sekitar Jalan Raya Gubugklakah menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

Sadono menjelaskan, pada tahap awal akses hanya bisa dilalui kendaraan roda dua sambil menunggu alat berat tiba di lokasi.

“Benar (hanya bisa dilalui kendaraan roda dua). Alat berat dari Dinas PU Bina Marga masih berjalan, sudah akan mendekati lokasi dan dalam pengawalan BPBD,” kata Sadono.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Poncokusumo sejak Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB hingga malam pukul 21.00 WIB.

Material longsor berasal dari tebing setinggi sekitar 35 meter dengan lebar 8 meter. Runtuhan tanah dan batu menutup jalan sepanjang kurang lebih 10 meter, dengan ketebalan material mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Petugas gabungan dari BPBD, dinas terkait, dan warga setempat langsung melakukan pembersihan material secara manual sembari menunggu alat berat bekerja penuh.

“Dibutuhkan waktu agak panjang untuk penanganan longsor di Gubugklakah,” ucap Sadono.

Hingga Jumat (9/1/2026), proses penanganan longsor disebut telah mencapai sekitar 75 persen. Alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material, didukung peralatan manual seperti sekop dan cangkul.

“Hari ini (Jumat, 9/1/2026) telah dilaksanakan penanganan longsor secara manual maupun menggunakan alat berat dari Bina Marga. Hingga tadi siang penanganan longsor telah mencapai 75 persen,” ujar Sadono.

Selain pembersihan, petugas juga melakukan penyemprotan jalan dengan dua unit tangki air untuk mengurangi lumpur dan debu. Dukungan logistik berupa air mineral, makanan siap saji, tambahan gizi, serta terpal turut disalurkan ke lokasi.

Selama proses penanganan berlangsung, arus kendaraan wisata dari dan menuju Bromo sempat dialihkan melalui jalur alternatif Kabupaten Pasuruan.

“Masih bisa lewat Pasuruan, tembusnya ke Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang,” kata Sadono.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut. Sementara data terkait kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Sumber: Antaranews Jatim

Exit mobile version