SUARAMALANG.COM, Jakarta – Andrie Yunus, Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. Insiden ini menyebabkan aktivis pembela hak asasi manusia tersebut mengalami luka bakar serius dan kini tengah mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa kekerasan terhadap aktivis ini kembali memunculkan kekhawatiran publik mengenai keselamatan para pembela HAM di Indonesia. Insiden tersebut juga mengingatkan pada kasus pembunuhan aktivis KontraS Munir Said Thalib pada 1 September 2004 yang hingga kini masih menjadi simbol perjuangan penegakan keadilan bagi aktivis HAM.
Aktivis KontraS Mengalami Luka Bakar Serius
Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa penyiraman air keras tersebut mengakibatkan luka cukup parah pada tubuh korban.
“Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ujar Dimas dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi pada Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, serangan tersebut merupakan bentuk kekerasan serius terhadap pembela HAM yang selama ini aktif mengadvokasi berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia.
“Peristiwa ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” kata Dimas.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kasus penyiraman air keras ini kini tengah ditangani aparat kepolisian. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menyatakan penyidik masih mendalami peristiwa tersebut dengan memeriksa saksi dan lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa penanganan perkara dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat.
“Saat ini, (kasus penyiraman air keras) sedang didalami oleh Satreskrim Polres Jakpus, mendalami saksi dan TKP,” ujar Budi, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat Roby Heri Saputra mengatakan penyidik telah memulai proses penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.
Menurutnya, meskipun laporan resmi dari korban belum diterima, aparat tetap melakukan langkah investigasi awal dengan pendekatan scientific investigation guna mengumpulkan bukti dan mengungkap identitas pelaku.
Profil Singkat Andrie Yunus
Andrie Yunus dikenal sebagai pengacara dan peneliti hukum yang aktif dalam advokasi kebebasan sipil dan perlindungan hak asasi manusia. Sejak 2025, ia menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS.
Sebelum bergabung dengan organisasi tersebut pada 2022, Andrie pernah bekerja sebagai advokat di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta pada periode 2019–2022. Dalam perannya sebagai advokat, ia terlibat dalam sejumlah pendampingan kasus yang berkaitan dengan kebebasan sipil dan perlindungan hak masyarakat.
Andrie merupakan alumni Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan menyelesaikan studinya pada 2020 dengan penelitian mengenai peran paralegal dalam mewujudkan persamaan di hadapan hukum.
Sejak aktif di KontraS, ia dikenal kerap menyampaikan kritik terhadap kebijakan negara, khususnya yang berkaitan dengan sektor keamanan dan perlindungan hak asasi manusia.
Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menambah daftar panjang kekerasan terhadap pembela HAM di Indonesia. Desakan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku dan motif di balik serangan tersebut pun semakin menguat, mengingat pentingnya jaminan keamanan bagi aktivis yang memperjuangkan hak-hak sipil masyarakat.



















