Hari Pers Nasional 2026_970 x 250 px

Alun-alun Merdeka Malang Bakal Dipagari Saat Air Mancur Nyala, Gegara Bau Pesing

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kawasan Alun-Alun Merdeka Malang kembali jadi sorotan. Bukan karena keramaian atau gemerlap lampu air mancurnya, melainkan keluhan bau tak sedap yang muncul dari area dry fountain, fasilitas baru yang sebelumnya digadang-gadang jadi magnet pascarenovasi.

Pemerintah Kota Malang pun tak tinggal diam. Rencana pemasangan pagar pembatas di seluruh akses masuk kawasan alun-alun, termasuk di sekitar dry fountain, kini tengah dimatangkan.

Iklan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut pagar yang dipasang nantinya tidak permanen kaku, melainkan fleksibel mengikuti jam operasional air mancur.

“Nanti akan saya konfirmasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Bank Jatim. Akan dipasang pagar yang sifatnya bisa buka tutup,” ujar Wahyu, dikutip Kompas.com, Sabtu (14/2/2026).

Fenomena anak-anak bermain air saat air mancur menyala memang jadi pemandangan umum beberapa pekan terakhir. Namun di balik itu, muncul persoalan baru, yakni dugaan pengunjung mandi hingga buang air kecil di lokasi tersebut.

“Dry fountain itu dibuat untuk ditonton, bukan untuk mandi. Mungkin ada anak kecil yang main air lalu mandi di situ dan (diduga) buang air kecil hingga meninggalkan bau tudak sedap,” ungkapnya.

Karena itu, skema buka-tutup pagar akan diberlakukan. Saat air mancur aktif, area akan ditutup agar tak ada lagi pengunjung masuk ke zona semburan air.

“Pada saat air mancur menyala, pagar ditutup. Jadi tidak ada lagi pemandangan orang mandi di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan konsep pembatas sebenarnya sudah diterapkan. Hanya saja belum berupa pagar besi.

“Sebetulnya yang sudah terbangun bukan pagar pembatas, tetapi bisa dianggap membatasi orang sembarangan masuk. Dari sisi keindahan dianggap bagus dan rapi,” jelas Raymond.

Pembatas sementara itu berupa penataan tanaman yang sekaligus mencegah pedagang kaki lima maupun aktivitas buang sampah sembarangan. Ke depan, desain pagar juga akan disesuaikan agar tetap mendukung estetika kawasan, bukan membuat alun-alun terkesan tertutup.

DLH memastikan perawatan dry fountain tetap berjalan berkala. Air diganti setiap tiga sampai empat hari sekali untuk menjaga kualitas.

“Hari ini air sudah diganti. Air yang digunakan air PDAM, jadi kualitasnya bagus dan bersih,” katanya.

Raymond tak menampik tingginya kunjungan ke alun-alun merupakan bentuk antusiasme warga setelah kawasan tersebut rampung direnovasi. Namun menurutnya, euforia tetap harus diimbangi dengan kedisiplinan bersama.

“Bagaimanapun ini euforia, masyarakat senang. Akan kita tata lagi dan terus kami evaluasi. Kami juga akan memasang papan himbauan untuk tidak buang air kecil sembarangan,” tutup Raymond.

Iklan
Iklan
Iklan