Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

Ancaman Kekeringan Mengintai, 410 Ribu KK di Jawa Timur Berisiko Krisis Air Bersih

Iklan

SUARAMALANG.COM, Surabaya – Ancaman krisis air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah di Jawa Timur seiring prakiraan musim kemarau panjang dari BMKG. Data BPBD Jawa Timur mencatat, sebanyak 410.514 kepala keluarga (KK) berpotensi terdampak kekeringan.

Sebaran risiko ini mencakup 26 kabupaten/kota, 222 kecamatan, dan 815 desa. Kondisi tersebut menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah untuk mempercepat langkah mitigasi.

Iklan

Wilayah Madura menjadi kawasan paling rawan terdampak. Kabupaten Sampang mencatat angka tertinggi dengan 109.446 KK terdampak. Disusul Kabupaten Pamekasan sebanyak 63.171 KK, Kabupaten Bangkalan 36.950 KK, serta Kabupaten Bojonegoro 36.585 KK.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menegaskan pentingnya langkah cepat untuk menekan dampak kekeringan.

“Ini menjadi perhatian serius untuk mitigasi agar dampak krisis air bersih bisa ditekan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026), dikutip jpnn.com.

Sebagai respons awal, BPBD menyiapkan distribusi air bersih melalui dropping ke wilayah terdampak. Selain itu, bantuan berupa tandon dan jerigen juga akan disalurkan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga.

Tak hanya kekeringan, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga meningkat selama musim kemarau. Karena itu, BPBD akan memperkuat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas PU Sumber Daya Air dan Dinas Kehutanan, untuk penanganan jangka menengah dan panjang.

Sinyal kekeringan bahkan sudah muncul lebih awal di Kabupaten Tuban. Penanganan saat ini masih dilakukan oleh BPBD setempat.

Gatot juga memastikan dukungan dari pemerintah provinsi akan diberikan jika daerah mengalami keterbatasan anggaran.

“Apabila kabupaten mengalami keterbatasan anggaran, Pemprov Jatim akan memberikan dukungan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Iklan
Iklan
Iklan