Iklan

Angin Kencang Terjang Malang Raya, BMKG Beberkan Pemicu hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Hembusan angin kencang yang melanda wilayah Malang Raya dalam beberapa hari terakhir bukan tanpa sebab. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kombinasi sejumlah faktor atmosfer menjadi pemicu utama cuaca ekstrem yang dirasakan warga, mulai dari Kota Malang, Kota Batu, hingga Kabupaten Malang.

Forecaster Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Nur Faris, menjelaskan angin kencang dipengaruhi oleh aktifnya sistem angin skala regional dan global yang tengah melintasi Jawa Timur.

Iklan

“(Angin kencang) diakibatkan aktifnya angin monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer equatorial rossby, dan diprakirakan adanya gangguan gelombang madden julian oscillation (MJO) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur,” kata Nur Faris.

Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut di sekitar Selat Madura yang masih relatif hangat. Situasi ini membuat atmosfer menjadi labil dan mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lebat, petir, hingga angin kencang.

“Kemudian, kondisi tersebut dikarenakan suhu muka laut di perairan Selat Madura masih cukup signifikan dan keadaan atmosfer yang labil mendukung tumbuhnya awan konvektif sehingga memiliki potensi menimbulkan hujan berintensitas sedang sampai deras dan dapat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.
.
BMKG juga menyoroti pengaruh siklon tropis Luana yang sebelumnya terpantau sebagai bibit siklon 91S di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sistem tersebut ikut berkontribusi meningkatkan kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Malang Raya.

Dalam rilis terpisah, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo menyebut potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur masih cukup tinggi.

Ancaman bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, puting beliung, tanah longsor, hingga hujan es diperkirakan dapat terjadi pada periode 21–30 Januari 2025. Tiga daerah di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, masuk dalam wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Dampak angin kencang sudah mulai dirasakan di lapangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat sejumlah kejadian pohon tumbang di empat titik, yakni Jalan Veteran, Jalan Jakarta, Jalan Langsep, dan kawasan Janti. Angin kencang dilaporkan mulai terasa sejak dini hari.

“Paling parah di Jalan Jakarta,” kata Kepala BPBD Kota Malang Prayitno.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Malang, angin kencang terjadi di Kecamatan Bululawang, tepatnya di Jalan Raya Desa Kuwolo. Sebuah pohon tumbang dan sempat menimpa satu unit mobil yang melintas. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, meski arus lalu lintas menuju Wajak sempat terganggu.

BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau melintasi kawasan rawan pohon tumbang dan longsor.

Sumber: Antara

Iklan
Iklan
Iklan