Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Usai Laga Trofeo di Stadion Gajayana

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Dunia sepak bola nasional berduka setelah Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro, meninggal dunia pada Minggu (18/6/2025) sore, usai mengikuti pertandingan trofeo All Stars dalam rangka menyongsong 100 tahun Stadion Gajayana, Kota Malang. Kuncoro menghembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Peristiwa itu terjadi seusai laga ekshibisi yang menghadirkan sejumlah tim legenda, antara lain Persema Malang Legends, Persib Bandung Legends, dan SDF Indonesia Legends. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kuncoro sempat tidak sadarkan diri saat berada di bangku cadangan. Kondisi tersebut langsung memicu kepanikan di kalangan pemain dan ofisial yang kemudian meminta bantuan petugas medis di lapangan.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan Kuncoro mendapatkan perawatan awal di area bench pemain. Namun, kondisinya tidak kunjung membaik hingga akhirnya dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSSA Malang untuk penanganan lanjutan. Setelah menjalani perawatan intensif, Kuncoro dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.50 WIB.

Dedikasi Panjang di Sepak Bola Malang

Kepergian Kuncoro meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar Arema FC dan publik sepak bola Malang. Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai asisten pelatih, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah panjang sepak bola daerah. Kuncoro merupakan mantan pemain era Galatama yang pernah memperkuat sejumlah klub besar, seperti Arema, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.

Di lingkungan Arema FC, Kuncoro dikenal sebagai figur yang nyaris tak terpisahkan dari tim. Ia kerap masuk dalam jajaran asisten pelatih, siapa pun pelatih kepala yang menukangi Singo Edan. Konsistensinya mendampingi tim menjadikannya salah satu sesepuh yang disegani sekaligus dekat dengan pemain, terutama pemain lokal.

Kedekatan tersebut tumbuh dari karakter Kuncoro yang humoris dan mudah bergaul. Sikap itu tidak hanya dirasakan oleh pemain, tetapi juga oleh awak media yang kerap meliput aktivitas Arema FC. Hingga masa-masa terakhirnya, Kuncoro tetap aktif menjalankan peran sebagai asisten pelatih tim inti, mencerminkan dedikasinya yang kuat terhadap budaya sepak bola Malang.

Kepergian Kuncoro bukan sekadar kehilangan bagi Arema FC, tetapi juga bagi ekosistem sepak bola nasional yang mengenalnya sebagai figur pekerja keras dan rendah hati. Warisan pengabdian dan keteladanannya akan terus dikenang oleh generasi pemain dan insan sepak bola yang pernah bekerja bersamanya.

Exit mobile version