Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

Bahaya Microsleep Saat Mudik Lebaran 2026, Pengemudi Diminta Waspada Kelelahan

Iklan

SUARAMALANG.COM – Bahaya microsleep saat mudik Lebaran 2026 menjadi perhatian serius seiring meningkatnya perjalanan jarak jauh yang berisiko memicu kelelahan pengemudi, bahkan dapat menyebabkan kecelakaan dalam hitungan detik jika tidak diantisipasi dengan baik, Kamis (19/3/2026).

Bahaya Microsleep Saat Mudik Lebaran 2026

Microsleep merupakan kondisi tidur singkat yang terjadi tanpa disadari, biasanya hanya berlangsung beberapa detik, namun cukup untuk menghilangkan fokus saat berkendara.

Iklan

Dosen fisiologi olahraga Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Dr. dr. Zaenal Muttaqien, AIFM, menjelaskan bahwa kondisi ini sangat mungkin terjadi pada pengemudi yang dituntut tetap siaga dalam waktu lama.

“Microsleep bisa saja terjadi karena pengemudi dituntut dalam kondisi siaga terus menerus dalam kurun waktu yang lama,” paparnya, Kamis (19/3/2026).

Dalam konteks mudik, risiko ini meningkat karena durasi perjalanan yang panjang, kepadatan lalu lintas, serta kondisi fisik yang menurun akibat kurang istirahat.

Faktor Pemicu Microsleep Saat Perjalanan

Microsleep tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi sejumlah faktor yang berkaitan dengan kondisi fisik dan lingkungan perjalanan.

Beberapa faktor utama yang memicu kondisi ini antara lain:

  • Kurangnya waktu istirahat yang menyebabkan stamina menurun

  • Perjalanan panjang yang memicu kelelahan

  • Dehidrasi akibat kurang asupan cairan

  • Kondisi emosi yang tidak stabil

  • Gangguan ritme tubuh seperti jet lag

Dengan mengenali faktor-faktor tersebut, pengemudi dapat meningkatkan kewaspadaan dan mencegah risiko microsleep sejak dini.

Cara Mencegah Microsleep Saat Mudik

Untuk menghindari bahaya microsleep saat mudik Lebaran 2026, pengemudi disarankan segera beristirahat ketika tanda kantuk mulai muncul, tanpa memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

“Apalagi jika kantuk semakin sering datang, setiap satu jam perjalanan semestinya dilakukan stretching,” jelas Zaenal.

Peregangan ringan dan pengaturan napas dapat membantu melancarkan aliran darah ke otak sehingga tubuh kembali segar dan fokus.

Selain itu, pengemudi dianjurkan untuk menepi jika rasa kantuk tidak tertahankan, karena memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah justru meningkatkan risiko kecelakaan.

Zaenal juga mengingatkan bahwa konsumsi kopi bukan solusi utama untuk mengatasi kantuk, sehingga istirahat tetap menjadi langkah paling efektif.

Keselamatan sebagai Prioritas Perjalanan

Bahaya microsleep tidak hanya mengancam keselamatan pengemudi, tetapi juga pengguna jalan lainnya, sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama selama perjalanan mudik.

“Ingat akibat yang tidak hanya menimpa diri sendiri tapi bagi pengemudi lain. Keselamatan berkendara bukan sampainya di tujuan melainkan setiap etape dalam kurun waktu satu jam,” tegasnya.

Pengemudi juga disarankan menjaga kondisi tubuh dengan cukup minum, melakukan peregangan, serta memulai perjalanan dengan kondisi fisik yang prima.

Dengan kesiapan tersebut, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, sehingga masyarakat dapat berkumpul bersama keluarga tanpa risiko yang membahayakan.

Iklan
Iklan
Iklan