Iklan

Banjir Lumpur Terus Mengintai, Wali Kota Batu Turun Tangan Petakan Sungai dari Udara

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Ancaman banjir bercampur lumpur yang kembali menghantui wilayah Bumiaji membuat Pemerintah Kota Batu bergerak cepat. Wali Kota Batu Nurochman memilih langkah tak biasa dengan memerintahkan pemetaan sungai dan kanal banjir menggunakan foto udara untuk membongkar akar persoalan banjir yang kerap merendam permukiman hingga jalan raya.

Instruksi tersebut langsung diberikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu. Pemetaan ini difokuskan untuk membaca ulang alur sungai, kondisi kanal banjir yang ada, sekaligus menelusuri titik-titik rawan luapan air.

Iklan

“Saya instruksikan Dinas PUPR segera melakukan foto udara untuk pemetaan sungai dan kanal-kanal banjir eksisting. Data ini akan memudahkan pemerintah dalam melakukan pemetaan dan intervensi kebijakan, termasuk rencana menambah kanal-kanal baru atau sudetan untuk memecah debit air,” tutur Nurochman, Senin (12/1/2026).

Dari hasil awal pemetaan, Pemkot Batu menemukan indikasi kuat adanya perubahan fungsi lahan di kawasan hulu Sungai Kali Paron. Perubahan tersebut dinilai memberi dampak signifikan terhadap meningkatnya debit air, sekaligus membawa lumpur dan material berat ke wilayah hilir.

Menurut Nurochman, persoalan banjir di Batu tak bisa diselesaikan hanya dengan pembangunan fisik seperti sudetan atau kanal tambahan. Ia menegaskan perlunya kesadaran bersama, terutama masyarakat di wilayah hulu, agar bencana serupa tidak terus berulang.

“Pemerintah akan menambah sudetan, tapi perilaku masyarakat terkait alih fungsi lahan harus menjadi komitmen bersama. Masyarakat pengelola hutan harus berpikir jangka panjang bahwa ada saudara-saudara kita di posisi bawah yang harus dipertimbangkan keselamatannya. Kepatuhan terhadap ketentuan pemanfaatan kawasan hutan adalah kunci,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu juga mengungkapkan, upaya mitigasi sebenarnya telah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu sejak beberapa bulan lalu. Namun, kondisi di lapangan kerap tak sebanding dengan derasnya aliran air yang membawa lumpur, sampah, hingga material kayu.

“Sebanyak apapun kanal dan sudetan sungai, tetap tidak akan bisa menampung jika air membawa material lumpur, sampah, hingga potongan kayu. Inilah mengapa kesadaran menjaga hutan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai menjadi sangat penting agar upaya mitigasi kami di hilir tidak sia-sia,” jelasnya.

Pemkot Batu kini berharap hasil pemetaan udara tersebut dapat menjadi dasar kebijakan jangka panjang, baik dalam penataan ruang, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penguatan mitigasi bencana berbasis lingkungan.

Sumber: RRI

Iklan
Iklan
Iklan