SUARAMALANG.COM, Yogyakarta – Inovasi pengelolaan sampah, pengembangan pertanian, hingga prestasi bahasa asing siswa dari keluarga kurang mampu mendapat apresiasi dalam Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) Awarding Night 2026 di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengapresiasi kader Karang Taruna yang menghasilkan inovasi sosial serta siswa Sekolah Rakyat yang menunjukkan prestasi dalam kompetisi tingkat nasional. Penghargaan tersebut dinilai menjadi dorongan bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
Agus Jabo mengatakan, inovasi sosial berperan penting dalam menjawab berbagai persoalan di lingkungan sekitar melalui gagasan baru yang memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
“Inovasi adalah cara untuk menjawab permasalahan sosial dengan gagasan baru. Saat ini, Karang Taruna Indonesia telah menghasilkan berbagai karya inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” ujar Agus Jabo.
Lima Inovasi Sosial Karang Taruna Raih Penghargaan
Dalam Pekan Inovasi Sosial 2026, lima karya terbaik mendapat penghargaan. Karya-karya tersebut mengangkat isu lingkungan, pengelolaan sampah, hingga pengembangan sistem pangan.
Kelima inovasi itu meliputi “Dari Sampah Organik Menjadi Siklus Pangan” karya Anggun Tri Cahyanto, “Biokonversi Sampah Organik” karya Dimas Febrianta Nugroho, “Lingkungan Hidup Pariwisata” karya Eko Sujarno, “Laboratories Sedusun” karya Kris Meilda Setiawati, serta “Aquaponik Drum” karya Mona Losinta.
Agus Jabo berharap, karya-karya tersebut tidak berhenti pada tahap gagasan atau penghargaan. Inovasi perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, baik dalam menjaga lingkungan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X turut mengapresiasi fokus inovasi Karang Taruna pada lingkungan hidup, pertanian, dan ketahanan pangan. Menurutnya, bidang tersebut memiliki manfaat jangka panjang sehingga perlu dikembangkan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Inovasi yang bernilai selalu menjawab kebutuhan nyata apabila dikelola secara bertanggung jawab dan berkesinambungan,” demikian pesan Sri Sultan.
6.450 Siswa Sekolah Rakyat Ikuti Olimpiade Bahasa Asing
Selain inovasi sosial, BBNKT Award 2026 juga menjadi momentum apresiasi terhadap prestasi siswa Sekolah Rakyat melalui Olimpiade Bahasa Asing yang diselenggarakan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) bersama Kementerian Sosial.
Kompetisi tersebut mempertandingkan bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Mandarin. Sebanyak 6.450 siswa dari 141 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia mengikuti olimpiade tersebut. Setelah melewati tahapan seleksi, empat juara dari masing-masing kategori telah terpilih.
Agus Jabo menilai tingginya partisipasi tersebut menunjukkan potensi besar anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan, kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya membatasi kesempatan anak untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
“Anak-anakku, siswa Sekolah Rakyat, kalian adalah bukti bahwa kemiskinan tidak pernah menentukan batas kemampuan seseorang. Latar belakang kalian mungkin berbeda, tetapi kalian memiliki potensi yang sama dengan anak-anak lain di Indonesia,” kata Agus Jabo.
Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian para siswa. Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat mampu menunjukkan kemampuan yang setara dengan siswa dari sekolah lain ketika memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Melalui BBNKT Award 2026, pemerintah dan Karang Taruna berharap semakin banyak generasi muda terlibat dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat diharapkan dapat mengubah gagasan kreatif menjadi program nyata yang berkelanjutan.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Ketua Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta GKR Hayu, serta Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta GKR Condrokirono.












