BI Malang Ingatkan Warga Waspadai Uang Palsu Jelang Idulfitri 2026

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Polresta Malang Kota baru-baru ini mengungkap kasus peredaran uang palsu dengan nilai hampir Rp100 juta di wilayah Kota Malang. Dalam kasus tersebut, tiga orang tersangka telah diamankan, sementara aparat kepolisian masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Menyusul temuan tersebut, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Malang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan transaksi tunai, terutama menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas ekonomi.

Iklan

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Siti Nurfalinda, mengatakan potensi peredaran uang palsu masih mungkin terjadi sehingga masyarakat perlu memahami cara mengenali keaslian uang rupiah.

“Peredaran uang palsu kemungkinan masih ada. Karena itu masyarakat perlu tetap aware dan memahami ciri-ciri uang asli,” ujarnya saat ditemui di Malang, Kamis (5/3/2026).

Kenali Uang Rupiah Asli dengan Metode 3D

Bank Indonesia terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai cara sederhana membedakan uang asli dan palsu melalui metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.

Pada tahap dilihat, masyarakat dapat memperhatikan warna uang yang umumnya cerah dengan gambar pahlawan serta ornamen yang tampak jelas dan detail. Beberapa unsur pengaman seperti benang pengaman dan gambar tersembunyi juga dapat terlihat dari sudut tertentu.

Tahap berikutnya adalah diraba, di mana uang asli memiliki tekstur khusus yang berbeda dari kertas biasa. Beberapa bagian terasa timbul, seperti pada gambar pahlawan, tulisan Bank Indonesia, dan angka nominal.

“Biasanya kalau diraba ada bagian yang terasa tidak rata karena itu merupakan fitur pengamanan,” jelas Linda, sapaan akrab Siti Nurfalinda.

Sementara pada tahap diterawang, masyarakat dapat mengarahkan uang ke sumber cahaya untuk melihat tanda air atau watermark berupa gambar pahlawan dan angka nominal yang muncul samar pada bagian tertentu.

Laporan Uang Palsu Umumnya Masuk Melalui Kepolisian

Bank Indonesia Malang mencatat adanya laporan temuan uang palsu dalam beberapa waktu terakhir. Namun data yang tercatat umumnya berasal dari laporan resmi yang disampaikan melalui kepolisian.

Menurut Linda, tidak semua temuan uang palsu yang ditemukan masyarakat tercatat dalam data resmi karena sebagian tidak dilaporkan ke pihak berwenang.

Karena itu, BI terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan ketelitian saat menerima uang tunai, terutama ketika bertransaksi di pasar tradisional, toko, maupun tempat keramaian lainnya.

Melalui edukasi tersebut, Bank Indonesia berharap masyarakat dapat lebih memahami ciri-ciri uang rupiah asli dan menerapkan metode 3D secara konsisten. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk meminimalkan risiko menerima uang palsu dalam aktivitas sehari-hari, terutama menjelang periode transaksi tinggi saat Lebaran.

Iklan
Iklan
Iklan