SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Warga dan wisatawan yang menanti kehadiran bianglala baru di Alun-Alun Kota Batu tampaknya harus kembali bersabar. Pemerintah Kota Batu memastikan rencana penggantian unit bianglala tidak akan terealisasi pada tahun 2026 ini.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni. Ia menegaskan bahwa tahun ini Pemkot tidak mengalokasikan anggaran fisik untuk proyek-proyek besar, termasuk pengadaan bianglala baru.
“Tahun 2026 tidak ada anggaran fisik karena penyesuaian dan pengetatan atas turunnya nilai transfer keuangan daerah dari pusat,” ungkap Dian Fachroni, dikutip Senin (2/2/2026).
Penundaan ini bukan tanpa alasan. Pemkot Batu tengah menghadapi tekanan fiskal akibat berkurangnya nilai transfer keuangan dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian besar-besaran dalam belanja daerah.
Dampaknya, sejumlah proyek pembangunan berskala besar terpaksa ditunda, salah satunya penggantian bianglala yang menjadi ikon wisata Alun-Alun Kota Batu.
Meski begitu, Pemkot Batu menyatakan tidak sepenuhnya menghentikan rencana tersebut. Tahun ini pemerintah justru mengalihkan fokus pada tahap awal berupa kajian potensi pembangunan bianglala melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Tahun 2026 kami anggarkan untuk kajian potensi Bianglala melalui skema KPBU. Langkah ini kita ambil sebagai opsi alternatif. Pun demikian, opsi utama adalah pembangunan melalui APBD,” terang Dian.
Skema KPBU dinilai menjadi pilihan realistis di tengah keterbatasan anggaran daerah. Melalui kajian itu, Pemkot ingin melihat peluang keterlibatan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan bianglala baru.
Namun demikian, Dian menegaskan bahwa opsi utama pemerintah tetap pembangunan dengan dana APBD jika kondisi keuangan daerah memungkinkan di masa mendatang.
Dengan belum adanya penggantian unit baru, bianglala Alun-Alun Kota Batu dipastikan masih belum dapat dioperasikan sepanjang 2026. Wisatawan pun diminta bersabar sembari menunggu hasil kajian dan kepastian pendanaan ke depan.
Ikon wisata yang selama ini menjadi daya tarik utama Kota Batu itu pun untuk sementara masih harus “berhenti berputar” hingga situasi anggaran kembali stabil.
Sumber: detik jatim





















