SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2026 dalam menentukan arah pengembangan perusahaan, PT. Brawijaya Multi Usaha (BMU) memfokuskan pengembangan di dua unit bisnis yakni di bidang hospitality dan food and beverage (f&b).
Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, S.Si.,M.Si.,Ph.D.,Med.Sc menyampaikan, bahwa BMU memiliki kekuatan dalam pelaksanaan bisnis di bidang hospitality dan f&b. Hal itu mengingat peluang pasar di kedua bidang bisnis tersebut di Kota Malang sangatlah besar.
“Kami melihat BMU sangat kuat di bidang hospitality dan f&b. Ke depan kami ingin perusahaan ini semakin mengembangkan sayap bisnisnya di sektor jasa dan hospitality,” ujar Widodo, Selasa (30/6/2026).
Selain itu, Widodo menilai aktivitas BMU yang berlangsung dalam kurun waktu sekitar tiga tahun berjalan ini juga telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Pasalnya, selain di bidang hospitality dan f&b yang tentunya telah menyerap banyak tenaga kerja, banyak bidang-bidang usaha lain yang juga memberikan dampak serupa.
“Perusahaan ini sudah tumbuh dengan baik. Namun, opportunity di Kota Malang masih sangat besar dan itu harus bisa diambil menjadi peluang yang menguntungkan bagi basa usaha kita,” kata Widodo.
Sementara itu, Direktur Utama PT. BMU Dr. Edi Purwanto, S.TP.,M.M., menyampaikan, BMU telah mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, pendapatan perusahaan meningkat 30,4 persen dari Rp 37,8 miliar pada 2024 menjadi Rp 49,4 miliar pada tahun 2025.
“Untuk ukuran perusahaan, pertumbuhan 30,4 persen merupakan capaian yang sangat baik. Umumnya perusahaan bertumbuh sekitar 10 hingga 20 persen, sedangkan kami mampu melampaui angka tersebut,” jelas Edi.
Dari sisi pengembangan usaha, BMU juga terus melakukan ekspansi di berbagai sektor bisnis. Setidaknya, pada tahun 2025 lalu, BMU memiliki 11 unit usaha dan di tahun 2026 telah bertambah menjadi 14 unit usaha serta terdapat anak perusahaan bernama PT Brawijaya Core Indonesia.
Pada tahun 2026, BMU juga akan mengembangkan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan sivitas akademika, termasuk pengelolaan rumah kos yang mulai dirintis sejak tahun 2025. Program tersebut akan dijalankan melalui sistem yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, BMU berkomitmen ingin memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat di sekitar kampus melalui pengembangan konsep Kampung Lingkar Kampus. Melalui program tersebut, BMU berupaya membantu peningkatan kualitas rumah kos milik warga agar dapat berkembang bersama.
“Kami memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong peningkatan kualitas rumah kos di sekitar kampus agar dapat bekerja sama dengan BMU. Jadi keberadaan perusahaan ini bukan hanya memperkuat pendapatan universitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” beber Edi.
Lebih lanjut, di tahun 2026 ini, BMU menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 57 persen. Namun, perusahaan belum berencana menambah unit usaha baru dan memilih memaksimalkan unit bisnis yang telah ada melalui peningkatan efektivitas operasional serta evaluasi terhadap unit-unit yang masih mengalami kontraksi.
“Kami fokus meningkatkan produktivitas unit usaha yang sudah ada. Langkah efisiensi dan evaluasi akan terus dilakukan agar pertumbuhan perusahaan tetap berkelanjutan,” tutup Edi.
