Bupati dan Mantan Kapolres Malang Meninjau Museum Tragedi Kanjuruhan di Stadion Kanjuruhan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang– Bupati Malang bersama mantan Kapolres Malang yang kini menjabat Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana, bersama  Kapolres Malang AKBP M. Taat Resdianto, meninjau perkembangan Museum dan Monumen Tragedi Kanjuruhan di Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Sabtu (28/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau lokasi food court yang disiapkan sebagai unit usaha UMKM bagi keluarga korban tragedi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah keluarga korban. Usai peninjauan, acara ditutup dengan doa bersama di area Gate 13 yang dikhususkan sebagai lokasi museum dan tempat berdoa.

Bupati Malang menyampaikan rasa syukur atas dukungan keluarga korban sejak proses renovasi stadion hingga realisasi pembangunan museum dan monumen.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya bersyukur atas dukungan dari keluarga korban mulai sejak terselenggaranya renovasi Stadion Kanjuruhan hingga dihadirkannya Museum dan Monumen Tragedi Kanjuruhan.

Di area Gate 13 ini, khusus untuk museum dan sekaligus bisa menjadi tempat berdoa bagi keluarga korban. Namun karena di area ini tidak boleh ada aktivitas jual beli, maka kami sediakan tempat usaha bagi keluarga korban di food court,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13 dalam waktu dekat akan diisi berbagai barang milik korban lengkap dengan identitasnya. Termasuk foto-foto para korban yang akan dipajang pada salah satu dinding bagian dalam museum.

Menurutnya, museum tersebut diharapkan menjadi pengingat tragedi sepak bola agar tidak terulang kembali di masa mendatang.

Ia menambahkan, pertemuan hari ini merupakan kelanjutan dari pertemuan bersama keluarga korban yang digelar pada 28 Mei 2024 di Aula Mapolres Malang. Saat itu, belum tercapai kesepakatan terkait pengelolaan dan pengisian museum.

“Waktu itu sudah ada kesepakatan bahwa saat renovasi akan dibangun monumen dan museum agar keluarga korban memiliki tempat untuk berdoa dan simbol bersama di Gate 13. Keluarga korban juga telah menyatakan kesiapan untuk mengisi museum dengan foto serta barang-barang milik korban yang ada di lokasi kejadian,” ujar Putu Kholis.

Ia menyebut komunikasi dan silaturahmi terus dilakukan hingga akhirnya aspirasi keluarga korban dapat diakomodasi. Ke depan, museum akan dilengkapi dengan tambahan back wall atau backdrop berisi foto dan nama-nama korban, serta etalase khusus untuk menyimpan barang-barang milik korban.

Selain itu, doa bersama akan terus dilaksanakan setiap Sabtu Kliwon sebagai bentuk penghormatan dan pengingat atas peristiwa tersebut.

Terkait pengelolaan, museum tetap menjadi bagian tidak terpisahkan dari Stadion Kanjuruhan dan berada di bawah tanggung jawab Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang. Namun, dalam pelaksanaannya akan melibatkan keluarga korban.

“Seluruh suporter dan pengunjung boleh datang, tetapi pengelolaannya akan dilakukan bersama antara Dinas Olahraga Kabupaten Malang dan keluarga korban. Ini bentuk pemberdayaan komunitas yang sangat baik untuk keberlangsungan museum tragedi Kanjuruhan,” pungkasnya.

Penulis: *Deni

Exit mobile version