SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Jabatan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang kian menjadi sorotan menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026. Kursi pimpinan yang ditinggalkan H. Rosyidin itu mendadak menjadi rebutan, tidak hanya dari kalangan internal olahraga, tetapi juga figur-figur politik di DPRD Kabupaten Malang.
Sejumlah nama mulai beredar sebagai kandidat potensial. Selain pengurus KONI, muncul pula politisi aktif dan pimpinan partai politik yang disebut siap maju. Terbaru, nama H. Kholiq, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, ikut dikaitkan dengan bursa calon Ketua KONI. Saat dimintai tanggapan, Kholiq belum memberikan pernyataan tegas dan memilih merespons dengan santai.
Jika benar maju, Kholiq berpotensi berhadapan langsung dengan koleganya di DPRD, Darmadi, yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDI Perjuangan dan telah lebih dulu menyatakan kesiapannya menjadi kandidat. Selain dua nama tersebut, Zia’ul Haq, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Malang, juga kerap disebut-sebut dalam percakapan internal olahraga, meski belum memberikan pernyataan resmi terkait pencalonan.
Anggota Dewan Mulai Masuk Struktur Cabor
Menariknya, dinamika politik menuju Musorkablub ini beriringan dengan meningkatnya keterlibatan anggota DPRD dalam kepengurusan cabang olahraga (cabor). Fenomena tersebut dinilai memperluas jejaring politik dalam ekosistem olahraga Kabupaten Malang.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, misalnya, kini tercatat sebagai Ketua Pengurus Cabang Floorball Kabupaten Malang. Ia dikukuhkan dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Floorball pada 17 Desember 2025. Floorball sendiri menjadi cabor ke-69 yang bernaung di bawah KONI Kabupaten Malang.
Selain itu, Aris Waskito, anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Gerindra, juga tengah mempersiapkan pembentukan pengurus cabor domino di bawah Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Kabupaten Malang. Ia menyebut struktur kepengurusan ditargetkan terbentuk pada akhir Januari 2026, sekaligus disusul penyelenggaraan event perdana.
Keterlibatan politisi dalam cabor bukan hal baru di Kabupaten Malang. Sebelumnya, Ali Ukasya Murtadho dari Fraksi Gerindra menjabat Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang, sementara Zulham Akhmad Mubarrok dari Fraksi PDI Perjuangan dipercaya memimpin Pengurus E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Malang.
KONI, Politik, dan Anggaran Daerah
Meningkatnya minat politisi terhadap KONI tidak lepas dari peran strategis organisasi tersebut dalam pembinaan olahraga daerah. Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Malang mengalokasikan dana hibah APBD sebesar Rp 1,4 miliar untuk KONI Kabupaten Malang.
Di tengah besarnya peran KONI sebagai induk organisasi olahraga dan dukungan anggaran daerah, Musorkablub Februari mendatang dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah pembinaan prestasi olahraga Kabupaten Malang ke depan. Dengan semakin banyaknya figur politik yang masuk bursa, kontestasi Ketua KONI diperkirakan tidak hanya menjadi ajang konsolidasi olahraga, tetapi juga arena tarik-menarik kepentingan yang menuntut kepemimpinan kuat dan berorientasi prestasi.
