SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Anggapan bahwa campak hanyalah penyakit ringan kini ditepis tegas oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Di tengah meningkatnya kewaspadaan nasional, penyakit ini justru dinilai semakin berbahaya jika tidak dikendalikan secara serius.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menegaskan bahwa perubahan cara pandang masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan laju penularan.
“Sekarang ini campak bukan lagi penyakit biasa. Ini yang perlu diketahui masyarakat,” tegas Husnul.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Selain potensi komplikasi yang dapat membahayakan, mobilitas tinggi masyarakat perkotaan seperti Malang membuat penyebaran virus campak menjadi lebih cepat dan sulit dikendalikan.
Sebagai respons, Dinkes Kota Malang langsung mengakselerasi program Catch Up Campaign (CUC) campak yang mulai dilaksanakan pada 1 April di 16 puskesmas. Sekitar 13 ribu anak usia 9 bulan hingga 13 tahun menjadi sasaran utama.
Program ini difokuskan untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap. Namun, pelaksanaannya tetap melalui proses penyaringan ketat.
“Yang sudah lengkap imunisasinya tidak akan divaksin lagi. Jadi ini benar-benar menyasar yang belum terlindungi,” jelasnya.
Langkah ini diambil untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity minimal 95 persen, sebagaimana ditargetkan pemerintah pusat. Tanpa capaian tersebut, risiko penularan akan terus terbuka lebar.
Risiko Nyata, Bukan Sekadar Teori
Kewaspadaan terhadap campak semakin menguat setelah muncul laporan kasus fatal di tingkat nasional, termasuk meninggalnya tenaga medis akibat infeksi tersebut.
Kondisi ini menjadi alarm keras bahwa campak bukan sekadar penyakit anak-anak yang bisa sembuh dengan sendirinya.
“Makanya kami bergerak cepat, sesuai dengan surat edaran Kemenkes. Tujuannya jelas, agar herd immunity segera tercapai,” ujar Husnul.
Meski vaksinasi difokuskan pada anak, kelompok usia dewasa tidak sepenuhnya aman. Dinkes mengingatkan masyarakat untuk kembali menerapkan pola kewaspadaan seperti saat pandemi Covid-19.
Mulai dari tidak beraktivitas saat sakit, membatasi interaksi di ruang tertutup, hingga segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti batuk dan pilek.
“Kalau ada keluhan, segera ke fasilitas kesehatan. Nanti akan dicek juga riwayat imunisasinya,” imbuhnya.
























