SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang periode 2026–2028 resmi menetapkan Darmadi sebagai ketua baru setelah meraih 40 suara dalam voting tertutup, mengungguli Zia’ul Haq yang memperoleh 19 suara dan satu suara abstain, Sabtu (14/2/2026).
Musorkablub digelar di ruang paripurna Kantor DPRD Kabupaten Malang dan diikuti 60 cabang olahraga (cabor). Forum ini dilaksanakan menyusul pengunduran diri Ketua KONI sebelumnya, H Rosyidin, pada Desember 2025. Dari tiga kandidat awal, Hendra Prastiawan menyatakan mundur saat penyampaian visi-misi, sehingga pemilihan menyisakan dua nama.
Voting tertutup dipilih setelah forum sebelumnya diwarnai perdebatan terkait mekanisme penetapan berbasis surat dukungan. Skors sempat dilakukan sebelum akhirnya peserta menyepakati pemungutan suara sebagai jalan tengah untuk menjaga legitimasi hasil.
Target Prestasi dan Konsolidasi KONI Kabupaten Malang
Dalam sambutannya, Darmadi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan mayoritas cabor. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan atlet sebagai prioritas utama kepengurusan periode 2026–2028.
“Agar atlet Kabupaten Malang mampu mewarnai juara, baik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional,” ujarnya.
Ia menargetkan capaian ambisius pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang dengan menembus posisi dua besar. Menurutnya, target tersebut hanya realistis dicapai melalui pembinaan berkelanjutan, sistem pendanaan yang memadai, serta perbaikan tata kelola organisasi.
“Hal itu bisa dilakukan apabila sistem dan iklim olahraga di Kabupaten Malang dirubah menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Di sisi lain, Zia’ul Haq menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Darmadi, namun tetap memberikan catatan kritis terhadap jalannya persidangan. Ia menilai dinamika yang sempat memanas seharusnya dapat dihindari jika proses dipimpin secara lebih netral dan demokratis.
Meski mengaku sempat emosional atas rencana penetapan aklamasi, Zia menegaskan bahwa dinamika tersebut merupakan bagian dari proses organisasi. Ia berharap kepemimpinan baru mampu merangkul seluruh cabor, termasuk yang tidak memberikan dukungan dalam pemilihan.
Dengan berakhirnya Musorkablub KONI Kabupaten Malang, tantangan berikutnya adalah konsolidasi internal dan pembuktian atas target prestasi yang telah dicanangkan. Hasil voting tertutup memberi legitimasi formal, namun keberhasilan kepengurusan baru akan diukur dari kemampuan mengelola pembinaan atlet secara sistematis dan memperbaiki iklim olahraga daerah secara berkelanjutan.

























