Dispendik dan Satlantas Edukasi Pendidikan Karakter di SMPN 1 Gondanglegi

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Pendidikan karakter dan tertib lalu lintas menjadi fokus penguatan yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang bersama Satlantas Polres Malang di SMPN 1 Gondanglegi, Senin (9/2/2026), sebagai langkah preventif mencegah kenakalan remaja dan kecelakaan pelajar.

Kegiatan ini menyasar siswa jenjang SMP yang dinilai berada pada fase krusial pembentukan sikap dan perilaku. Dispendik menekankan bahwa penguatan karakter harus dibangun sejak dini agar siswa memiliki pondasi moral yang kokoh dan tidak mudah terjerumus dalam perilaku menyimpang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan melalui Kepala Bidang SMP Nurul Sri Utami menyampaikan bahwa pembentukan karakter menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda. “Materi terkait pendidikan karakter kita sampaikan agar anak-anak menjauhi perbuatan-perbuatan negatif, seperti terjerumus dalam pergaulan bebas hingga penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan anak-anak Kabupaten Malang,” ungkap Nurul, Senin (9/2/2026).

Ia menambahkan, lingkungan pergaulan sangat memengaruhi perilaku remaja. Karena itu, siswa diminta mampu menyaring ajakan yang berpotensi menyeret pada pergaulan bebas maupun tindakan melanggar norma sosial.

Larangan Pelajar Membawa Motor dan Sosialisasi UU LLAJ

Selain pendidikan karakter, Dispendik dan Satlantas juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Salah satu poin yang ditekankan adalah larangan pelajar SMP membawa kendaraan bermotor ke sekolah karena belum memenuhi syarat usia dan administrasi berkendara.

Nurul mengingatkan bahwa peran orang tua sangat menentukan, mengingat sebagian besar waktu anak berada di rumah. Ia meminta wali murid turut mengawasi aktivitas anak, termasuk melarang penggunaan sepeda motor demi keselamatan.

Kepala Unit Kamsel Satlantas Polres Malang Ipda Umar Kiswoyo turut memberikan edukasi tentang risiko kecelakaan lalu lintas dan ancaman di ruang digital. Ia mengingatkan bahaya praktik love scammer yang marak melalui media sosial. “Anak-anak harus berhati-hati karena saat ini ada yang namanya love scammer. Tindakan itu sangat berbahaya, karena korban akan diancam oleh pelaku yang baru saja dikenal melalui media sosial agar memberikan sejumlah uang. Jika tidak, foto atau video korban yang tidak sopan akan disebar,” beber Umar.

Satlantas juga mengajak guru dan tenaga kependidikan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing. Edukasi ini dinilai penting karena angka kecelakaan yang melibatkan pelajar masih menjadi perhatian.

Kepala SMPN 1 Gondanglegi Muhammad Sholeh Mawardi menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sekolah selama ini telah memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan ibadah berjemaah dan penanaman sikap sopan santun, namun materi teknis dan konsekuensi hukum memerlukan dukungan pihak berwenang.

Penguatan pendidikan karakter dan tertib lalu lintas ini rencananya akan diperluas pasca hari raya, mencakup SMP negeri, SMP satu atap, hingga SMP swasta di Kabupaten Malang. Dengan pendekatan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan kepolisian, upaya ini diharapkan mampu menekan kenakalan remaja sekaligus meningkatkan kesadaran hukum pelajar sebagai generasi penerus daerah.

Exit mobile version