SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) Kota Malang perlahan mulai kembali dihijaukan. Setelah sempat kehilangan banyak pepohonan akibat proyek pembangunan drainase pengendali banjir, Pemkot Malang kini bergerak mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) di area tersebut.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memulai langkah awal dengan menanam puluhan pohon tabebuya di sepanjang kawasan Soehat.
“Kami sudah melakukan penanaman tabebuya sebanyak 40 pohon di Soekarno-Hatta sejak kemarin dan ini adalah tahap awal,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, dikutip Minggu (1/2/2026).
Penanaman puluhan pohon ini ternyata baru permulaan. DLH Kota Malang menyiapkan rencana lanjutan dengan jumlah yang jauh lebih besar untuk benar-benar memulihkan kondisi RTH seperti sebelumnya.
Raymon menyebut, total ada ratusan pohon yang akan menyusul ditanam di koridor jalan tersebut.
Dia menyebutkan berdasarkan rencana yang telah disusun akan ada penambahan sebanyak 250 pohon tabebuya yang ditanam di sepanjang kawasan Soekarno-Hatta.
Meski begitu, titik detail penanamannya masih terus dipetakan agar pohon-pohon tersebut ditempatkan di area yang paling tepat. “Jadi, sisanya akan kami tanam di lokasi yang strategis,” ucap dia.
Sebagai informasi, kawasan Soekarno-Hatta sebelumnya menjadi lokasi pembangunan sistem drainase untuk penanggulangan banjir. Proyek tersebut membuat sejumlah pohon yang sudah lama tumbuh terpaksa ditebang.
Karena itu, penanaman tabebuya ini menjadi bagian dari solusi Pemkot Malang agar pembangunan infrastruktur tetap sejalan dengan pelestarian lingkungan.
Upaya ini diharapkan bisa mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau tanpa mengganggu tujuan utama proyek drainase, yakni mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.
Raymon menjelaskan, tabebuya dipilih bukan tanpa alasan. Selain dikenal sebagai pohon penghijauan, tabebuya juga memiliki kemampuan menyerap air dengan baik, sehingga cocok ditanam di sekitar jalur drainase.
Raymon menjelaskan alasan dipilihnya tabebuya karena pohon itu memiliki manfaat meningkatkan kadar oksigen dan dikenal mempunyai daya serap air yang baik sehingga cocok apabila ditanam di kawasan RTH, apalagi posisinya berada di dekat drainase.
Tak hanya itu, tabebuya juga dinilai mampu menambah nilai estetika Kota Malang. Saat berbunga, pohon ini menghadirkan warna-warna mencolok yang mempercantik wajah kota.
Selain sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, pohon tabebuya juga memiliki manfaat dalam upaya meningkatkan sisi estetika kota, salah satunya karena memiliki ragam warna daun, seperti kuning, merah muda, putih, hingga ungu.
“Tabebuya inikan berdaun lebar, daunnya bagus, dan saat berbunga warnanya juga seragam,” pungkas Raymon.
