SUARAMALANG.COM, Malang – Ramadan 1447 Hijriah terus berjalan. Kamis (26/2/2026) umat Islam memasuki hari ke-8 puasa. Di momen ini, ada doa khusus yang bisa diamalkan untuk memohon limpahan rahmat, kelembutan hati, hingga kemudahan berbuat kebaikan.
Bulan suci dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan. Setiap doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan, terlebih bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Sunan Tirmidzi:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan,” (HR. Tirmidzi no. 2449)
Hadis tersebut menjadi penguat bahwa waktu berbuka puasa termasuk saat mustajab untuk berdoa.
Salah satu doa yang bisa dibaca pada hari kedelapan Ramadan memuat permohonan agar diberi kasih sayang terhadap anak yatim, dimudahkan berbagi makanan, hingga dikelilingi orang-orang berakhlak baik.
Dikutip dari buku Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk karya Gus Arifin, berikut bacaan doa hari ke-8 Ramadan:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ رَحْمَةَ الْأَيْتَامِ، وَاطْعَامَ الطَّعَامِ، وَافْشَاءَ السَّلَامِ، وَصُحْبَةَ الْكِرَامِ، بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الْأَمِلِينَ
Allâhummarzuqnî fihi rahmatal aytâm, wa ith’âmath tha’âm, wa ifsyâas salâm, wa shuhbatal kirâm, bithawlika yâ Malja-al âmilīn.
Artinya:
“Ya Allah, karuniakan kepadaku di dalamnya rasa sayang kepada anak-anak yatim, kemampuan memberi makan, menebarkan salam dan berteman dengan orang-orang yang berakhlak mulia dengan kemurahan-Mu wahai tempat bersandar para pengharap.”
Doa ini dapat diamalkan kapan saja. Namun, waktu sahur dan menjelang berbuka puasa menjadi momen yang dianjurkan karena termasuk waktu yang penuh keberkahan.
Memasuki hari ke-8 Ramadan 2026, doa ini bisa menjadi pengingat untuk tidak hanya fokus pada ibadah personal, tetapi juga memperluas kepedulian sosial. Mulai dari menyantuni anak yatim, berbagi makanan, hingga menjaga silaturahmi dengan akhlak yang baik.
Semoga Ramadan kali ini menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan memperkuat empati kepada sesama.

























