SUARAMALANG.COM, Jakarta – Doa Ramadhan Hari ke-6, Puasa Ramadhan 1445 H, Amalan Bulan Puasa, Keutamaan Ramadhan, Doa Mustajab
Memasuki hari keenam bulan suci, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar. Salah satu amalan yang bisa dibaca pada 6 Ramadhan adalah doa agar dijauhkan dari murka Allah SWT.
Dalam tradisi umat Islam, doa orang yang berpuasa diyakini memiliki keistimewaan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
Artinya: “Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya,” (HR Baihaqi).
Karena itu, momen Ramadhan tak hanya diisi dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbanyak munajat kepada Allah SWT.
Merujuk pada buku Kumpulan Doa 30 Hari Puasa Ramadhan karya Nurhayati MA, doa hari keenam berisi permohonan agar seorang hamba dijauhkan dari sebab-sebab kemurkaan Allah SWT. Berikut bacaan lengkapnya:
Arab:
اللَّهُمَّ لَا تَخْذُلْنِي فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ، وَلا تَضْرِبْنِي بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ، وَزَحْزِحْنِي فِيهِ مِنْ مُوجِبَاتِ سَخَطِكَ، بِمَنكَ وَآيَادِيكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِينَ
Latin:
Allâhumma lâ takhdzulnî fîhi lita’arrudhi ma’shiyatika, wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimika, wa zahrihnî fîhi min mûjibâti sakhatika, bimannika wa âyâtika yâ Muntahâ raghbatir râghibîn.
Artinya: “Ya Allah, jangan hinakan daku di dalamnya karena perlakuan maksiat pada-Mu, jangan siksa daku, jauhkan daku di dalamnya dari keharusan murka-Mu, dengan karunia dan anugerah-Mu wahai puncak keinginan orang-orang yang berharap.”
Doa ini menjadi pengingat agar umat Islam menjaga diri dari perbuatan maksiat, terlebih di bulan penuh ampunan.
Selain doa khusus, hari keenam Ramadhan juga disebut memiliki keutamaan tersendiri. Mengutip penjelasan dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, disebutkan ganjaran besar bagi hamba yang bersungguh-sungguh beribadah di hari tersebut.
Dalam kitab itu dijelaskan:
“Allah SWT akan memberikan seratus ribu kota di surga Darus Salam, di setiap kota terdapat seratus perkampungan, di setiap perkampungan terdapat seratus ribu rumah, di setiap rumah terdapat seratus ribu tempat tidur dari emas yang panjang. Setiap tempat tidur panjangnya seribu hasta, di atas tempat tidur terdapat bidadari sebagai pasangan yang berhias dengan tiga puluh ribu perhiasan dari permata putih dan permata merah, dan setiap bidadari membawa seratus pelayan.”
Terlepas dari besarnya ganjaran yang dijanjikan, esensi Ramadhan tetap pada peningkatan ketakwaan. Doa, puasa, sedekah, dan ibadah lainnya menjadi bekal untuk meraih ampunan serta keberkahan di bulan suci ini.
