SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Isu dugaan permintaan setoran fee proyek Penunjukan Langsung (PL) di lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang masih menjadi sorotan publik. Namun pihak dinas menegaskan tudingan tersebut tidak benar.
Kepala Dinas DPKPCK Kabupaten Malang, Farid Habibah, ST, MT, membantah adanya praktik permintaan fee proyek maupun dugaan tender tertutup yang disebut-sebut melibatkan kontraktor tertentu.
” Lha ndak ada begitu. Tidak benar. Lah wong belum ada pekerjaan yang dimulai kok sudah menyampaikan Dugan demikian. Pastinya ketika sudah siap dilaksanakan pengadaan, akan dilakukan sesuai prosedur dan Ketentuan yang berlaku, ” kata Habibah, dihubungi lewat pesan WhatsApp.
Pernyataan itu disampaikan di tengah mencuatnya dugaan seorang oknum ASN berinisial YH meminta setoran fee proyek hingga 20–25 persen dari nilai pekerjaan kepada rekanan yang mengerjakan proyek PL bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025.
Sebelumnya diberitakan, Komisi III DPRD Kabupaten Malang memastikan akan segera memanggil DPKPCK untuk memberikan penjelasan secara terbuka terkait isu tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Dr. Tantri Bararoh, S.E, mengatakan pemanggilan akan dilakukan melalui rapat kerja resmi sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif.
“Saya akan mengundang OPD DPKPCK agar bisa menjelaskan secara langsung permasalahan yang terjadi, termasuk dugaan-dugaan yang sudah beredar dan diberitakan. Semua harus disampaikan apa adanya di hadapan Komisi III,” kata Tantri.
Komisi III menilai klarifikasi diperlukan agar persoalan yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan spekulasi liar.
Sementara itu, Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Wiwid Tuhu Prasetyo, SH., MH, menyebut dugaan permainan tender proyek di sejumlah dinas Pemkab Malang pada 2025 sudah menjadi rahasia umum, terutama terkait fee proyek PL maupun proyek besar yang disebut sudah diarahkan ke kontraktor tertentu.
“Soal fee proyek penunjukkan langsung itu sudah jadi rahasia umum, biasanya ada kordinatornya, termasuk proyek-proyek bernilai besar yang sudah ditentukan pemenangnya, ” ujar Wiwid dihubungi lewat pesan WhatsApp yang sedang berada di kantor KPK.
