SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Desakan pembentukan Pansus CSR Bank Jatim menguat di DPRD Kabupaten Malang menyusul kritik LSM atas minimnya kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan pelat merah bagi pembangunan Kepanjen, di tengah pemotongan anggaran pusat Rp 644 miliar dari alokasi tahunan Rp 3 triliun.
Isu ini mencuat setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menyatakan dukungannya agar nilai CSR Bank Jatim untuk Kabupaten Malang lebih besar dibanding daerah lain. “Iya, benar, kita harus berlogika seperti para anggota dewan itu. Kami akan bicarakan sama Bank Jatim, agar mau menaikkan CSR-nya,” tegasnya kepada wartawan.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa eksekutif membuka ruang evaluasi terhadap kontribusi CSR, terutama dari Bank Jatim, yang selama ini menjadi mitra pengelolaan kas daerah.
Desakan Pansus CSR Bank Jatim Menguat
Dorongan pembentukan Pansus CSR Bank Jatim pertama kali disuarakan LSM Pro Desa melalui koordinatornya, Ahmad Kusairi. Ia menilai DPRD perlu mengambil langkah politik formal agar distribusi CSR perusahaan pelat merah di Kabupaten Malang lebih transparan dan proporsional.
Menurutnya, di Kabupaten Malang terdapat sejumlah perusahaan BUMN maupun BUMD seperti Pabrik Gula Krebet dan PTPN yang seharusnya berkontribusi signifikan, terlebih saat Pemkab membutuhkan tambahan pembiayaan untuk mempercepat pembangunan ibu kota kabupaten di Kepanjen.
Kritik paling tajam diarahkan pada perbandingan nilai simpanan APBD Kabupaten Malang yang disebut mencapai Rp 5 triliun pada 2025, namun kontribusi CSR dinilai belum sebanding. Ia bahkan membandingkannya dengan Pemerintah Kota Malang yang disebut memperoleh pembangunan alun-alun senilai Rp 6 miliar dengan nilai simpanan APBD lebih kecil.
“Nggak usah basa basi, anggota dewan itu, namun harus tegas di saat anggaran dari pusat dipotong Rp 644 miliar (dari jatah tiap tahun Rp 3 triliun). Makanya, mereka harus membentuk Pansus buat mempertegas CSR dari bank Jatim itu,” ujar Kusairi, Jumat (20/2/2026).
Target Pembangunan Alun-Alun Kepanjen
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, yang akrab disapa Adeng, menyatakan kesiapan menggalang dukungan lintas fraksi, mulai dari PKB, Gerindra, Golkar, Nasdem hingga fraksi gabungan Demokrat, PKS, dan Hanura.
Ia menegaskan tujuan utama Pansus CSR Bank Jatim adalah memperkuat kontribusi sosial perusahaan guna mendukung pembangunan Kepanjen sebagai ibu kota kabupaten yang representatif.
Salah satu prioritasnya adalah pembangunan alun-alun yang direncanakan berdiri di sisi timur Pendopo Pemkab Malang atau depan Stadion Kanjuruhan, sebagai simbol sekaligus ruang publik baru bagi masyarakat.
Di tengah keterbatasan fiskal akibat pemotongan dana transfer pusat, opsi optimalisasi CSR menjadi strategi alternatif yang dinilai realistis. Namun efektivitasnya tetap bergantung pada soliditas politik DPRD serta kemauan perusahaan untuk meningkatkan kontribusi sosialnya.
Pada akhirnya, pembentukan Pansus CSR Bank Jatim bukan sekadar agenda politik, melainkan ujian konsistensi antara kepentingan pembangunan daerah dan tata kelola kemitraan dengan perusahaan pelat merah, terutama dalam memastikan pembangunan Kepanjen berjalan berkelanjutan dan akuntabel.
