DPRD Menyesalkan Banyaknya Tempat Hiburan di Kota Malang yang Dekat Fasilitas Pendidikan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Keberadaan tempat hiburan malam di Kota Malang semakin mudah ditemui. Bahkan belum lama ini, salah satu tempat hiburan malam tengah menjadi sorotan karena lokasinya yang berdekatan dengan sarana dan fasilitas pendidikan, yakni The Souls.

Sebagai informasi, tempat hiburan malam yang baru beroperasi sejak akhir 2025 tersebut berlokasi di Jalan L.A Sucipto. Tepatnya berada hanya sekitar 40 meter dari KB TK Plus Al Kautsar Malang.

Namun ternyata, The Souls bukan menjadi satu-satunya tempat hiburan yang lokasinya berdekatan dengan fasilitas pendidikan. Penelusuran jurnalis suaramalang.com masih ada beberapa tempat hiburan lain.

Beberapa diantaranya seperti Helen’s Play Mart, yang berlokasi di Jalan Tumenggung Suryo. Tempat hiburan ini juga berjarak kurang lebih hanya 1,5 kilometer dari Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) di Jalan Citandui.

Tak hanya itu, tempat karaoke ternama yakni The Nine dan Diva Family Karaoke yang berada di Jalan Tangkuban Perahu, juga berdekatan dengan beberapa sarana pendidikan. Yakni SMA Laboratorium di Jalan Bromo dan SMK Bina Cendekia di Jalan Semeru yang berjarak kurang dari satu kilometer.

Selain itu, beberapa tempat karaoke yang ada di sekitar kawasan Jalan Borobudur, juga berdekatan dengan beberapa fasilitas pendidikan. Seperti STIKES Widyagama dan beberapa fasilitas pendidikan.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, Rokhmad, S.Sos meminta Pemkot bisa menertibkan tempat-tempat hiburan yang berlokasi dekat sekolah dan lembaga pendidikan, terlebih menjelang bulan puasa.

” Harus ada gerakan masyarakat juga yang menolak tempat hiburan dekat lembaga pendidikan, kalau perlu RT unjuk rasa adanya tempat maksiat, “ujarnya

Sedangkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi menilai, sudah sepatutnya keberadaan tempat hiburan dievaluasi. Selain sudah menjamur, hal itu dapat melunturkan identitas Kota Malang sebagai kota pendidikan.

“Jadi memang bukan hanya The Souls itu saja, faktanya demikian, bukan hanya satu dan banyak juga yang telah beroperasi sejak lama,” ujar Suryadi.

Dirinya pun khawatir bila kondisi tersebut bisa berangsur melunturkan identitas kota pendidikan secara berangsur. Apalagi, dengan semakin masifnya pertumbuhan penduduk di Kota Malang, termasuk dengan gelombang mahasiswa setiap tahunnya.

“Sudah bukan rahasia lagi ya, beberapa konten yang banyak beredar di media sosial itu, salah satu yang banyak menjadi daya tarik adalah sejumlah kalangan adalah tempat-tempat hiburan yang sudah terkenal,” tutur Suryadi.

Sehingga, Pemkot Malang sudah sepatutnya melakukan evaluasi, salah satunya dengan memperketat pengawasan. Sebab dari sejumlah masukan yang ia terima, juga ada beberapa masyarakat yang risau atas kondisi tersebut.

“Saya memang sudah menerima beberapa inputan dari warga. Jadi, kenapa banyak mahasiswa juga semakin banyak tempat hiburannya,” jelas Suryadi.

Bahkan menurutnya, tak ada salahnya jika Pemkot Malang mulai memikirkan untuk memoratorium izin tempat hiburan malam baru. Tujuannya tentu untuk membatasi sembari melakukan evaluasi.

“Kalau memang diperlukan, saya rasa gak ada salahnya melakukan evaluasi, misalnya dengan moratorium (izin tempat hiburan baru). Bukan bermaksud menghambat investasi, tapi memastikan investasi yang masuk ke Kota Malang itu sudah sesuai kebermanfaatannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Asmualik mengatakan, kota Malang sebagai kota pendidikan menyayangkan dan menyesalkan tempat-tempat hiburan yang berlokasi di dekat lembaga pendidikan, apalagi perizinannya yang tidak lengkap tapi sudah beroperasi.

” Disayangkan bila ada bisnis yang mengganggu kepercayaan masyarakat bahwa kota malang adalah kota pendidikan. Pemerintah harus jeli untuk mengatur usaha yang ada di kota malang. Tinjau kembali untuk tempat usaha dan bila ada yang tidak sesuai bisa di tutup, ” kata anggota DPRD dari Partai PKS ini

Pewarta: *Solihin

Exit mobile version