Hari Pers Nasional 2026_970 x 250 px

Genjot Akses dan Event, Kabupaten Malang Bidik 6 Juta Wisatawan di 2027

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Pemerintah Kabupaten Malang tak mau sekadar jadi penonton di sektor pariwisata. Setelah mencatat lebih dari 5 juta kunjungan sepanjang 2025, pemerintah daerah kini membidik angka yang lebih ambisius, yakni 6 juta wisatawan pada 2027.

Target itu bukan tanpa hitung-hitungan. Selain mengandalkan kekayaan destinasi alam hingga desa wisata, Pemkab Malang juga menaruh harapan besar pada perbaikan infrastruktur dan penguatan kalender event.

Iklan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengungkapkan total kunjungan wisatawan tahun lalu menembus angka 5 juta lebih. Dari jumlah tersebut, sekitar 51 ribu merupakan wisatawan mancanegara.

“Kalau Jalan Gondanglegi–Bantur bisa tuntas pada akhir 2026, saya yakin nanti 2027 mencapai 6 juta,” kata Firmando, dikutip Blok A, Senin (9/1/2026).

Firmando menilai, aksesibilitas menjadi faktor penting dalam mendongkrak kunjungan wisata. Penyelesaian proyek Jalan Gondanglegi–Bantur diyakini akan membuka konektivitas menuju sejumlah destinasi unggulan di kawasan selatan Kabupaten Malang.

Dengan akses yang lebih mudah, wisatawan diharapkan tak lagi ragu menjangkau pantai-pantai eksotis maupun destinasi alam lainnya yang selama ini terkendala infrastruktur.

Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan tidak cukup hanya dengan membangun jalan. Pengelola destinasi juga harus bersiap menyambut lonjakan kunjungan.

“Pengelola destinasi ini harus memikirkan bagaimana memberi kenyamanan dan kenangan bagi wisatawan,” tambahnya.

Konsep sapta pesona, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan meninggalkan kenangan, ditekankan sebagai fondasi utama dalam pengelolaan destinasi.

Selain infrastruktur, Disparbud Kabupaten Malang juga mengandalkan strategi promosi melalui penyusunan kalender event pariwisata. Kalender ini dirancang agar wisatawan dapat merencanakan kunjungan bertepatan dengan festival atau kegiatan tertentu.

Tak hanya agenda resmi pemerintah daerah, berbagai event yang digelar oleh hotel, komunitas seni, maupun stakeholder lain turut dihimpun dalam satu kalender terpadu.

“Bukan hanya event yang kami selenggarakan. Event yang diselenggarakan stakeholder lain seperti perhotelan dan lembaga kesenian juga kami kumpulkan,” jelasnya.

Salah satu contoh yang dinilai sukses mendongkrak kunjungan adalah Singhasari Jayanti Festival 2025 di pelataran Candi Singosari. Event tersebut mampu menarik wisatawan sekaligus menghidupkan ekonomi lokal.

Tak hanya festival budaya, momentum hari besar nasional seperti Hari Kesehatan Nasional (HKN) juga didorong untuk dikemas lebih kreatif dengan sentuhan kesenian agar berdampak pada sektor wisata.

Di sisi lain, Firmando tak menutup mata terhadap faktor eksternal. Ia mengaitkan fluktuasi jumlah wisatawan dengan kondisi ekonomi global. Ketika daya beli masyarakat melemah, minat bepergian cenderung ikut turun.

Sebaliknya, saat ekonomi stabil dan tumbuh, potensi lonjakan kunjungan wisata pun semakin besar. Karena itu, strategi pengembangan pariwisata tak bisa dilepaskan dari dinamika ekonomi yang lebih luas.

Dengan keterbatasan anggaran daerah, Disparbud menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga UMKM di sekitar destinasi didorong untuk bergerak bersama.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kami terus meningkatkan kolaborasi dan kerja sama seluruh stakeholder untuk mendorong pariwisata Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Iklan
Iklan
Iklan