Iklan

Gol Bola Mati Buyarkan Misi Persikoba, Persedikab Pulang Bawa Tiga Poin dari Batu

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Persikoba Kota Batu harus menelan pil pahit saat menjamu Persedikab Kabupaten Kediri dalam lanjutan Grup II Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026. Bermain di Stadion Brantas, Kota Batu, Kamis (22/1/2026), Elang Putih tumbang dengan skor tipis 0-1.

Pertandingan berlangsung dalam kondisi lapangan basah akibat hujan yang turun sejak sebelum kick-off. Situasi tersebut membuat tempo permainan kedua tim berjalan tidak stabil dan cenderung berhati-hati, terutama di 45 menit pertama.

Iklan

Sepanjang babak awal, Persikoba dan Persedikab sama-sama kesulitan menembus pertahanan lawan. Peluang berbahaya nyaris tak tercipta, hingga skor kacamata bertahan sampai jeda.

Selepas turun minum, Persikoba mencoba mengubah pendekatan permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke area pertahanan tim tamu. Namun, rapatnya lini belakang Persedikab dan penampilan solid penjaga gawang membuat setiap peluang tuan rumah mentah sebelum berbuah gol.

Momentum justru berpihak kepada Persedikab pada menit ke-62. Berawal dari situasi sepak pojok, Andre Agustiar Prakoso sukses menyundul bola dan mengoyak gawang Persikoba. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang laga.

Pelatih Persikoba, Arif Suyono, tak menampik kekecewaannya terhadap hasil akhir, terutama melihat performa timnya di awal pertandingan.

“Secara hasil, pertandingan hari ini sangat mengecewakan, baik bagi saya maupun tim. Khususnya pada babak pertama, permainan kami tidak sesuai dengan yang saya harapkan,” ujarnya.

Ia mengakui ada peningkatan permainan pada babak kedua, namun menilai kebangkitan itu datang terlambat.

“Di babak kedua sebenarnya ada perubahan, tetapi sudah terlambat. Mereka hanya mendapat satu peluang dan langsung menjadi gol. Ini menjadi catatan penting bagi kami,” katanya.

Arif juga menyoroti persoalan kedisiplinan sebagai faktor yang perlu segera dibenahi. “Mungkin ada masalah kedisiplinan pemain. Mudah-mudahan ke depan bisa kami perbaiki agar tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Dari kubu pemain, Fauzi mengungkapkan kesulitan timnya dalam mengantisipasi skema bola mati lawan.
“Pertandingan ini cukup sulit bagi saya dan teman-teman. Kami beberapa kali kehilangan konsentrasi di lini belakang saat menghadapi bola-bola servis yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya,” ujar Fauzi.

Menurutnya, kesalahan kecil tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius menghadapi laga-laga selanjutnya. “Kesalahan kecil itu bisa berujung gol. Ini menjadi evaluasi bersama dan juga pelajaran penting bagi saya pribadi,” pungkas Fauzi.

Sumber: Ketik

Iklan
Iklan
Iklan