Gunung Semeru Erupsi Sabtu Pagi, Awan Panas Meluncur Selama 4 Menit

Iklan

SUARAMALANG.COM, Lumajang – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi berupa luncuran awan panas pada Sabtu (7/3/2026) pagi. Peristiwa tersebut terekam oleh Pos Pengamatan Gunung Api dengan durasi sekitar 4 menit 35 detik.

Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru menyebutkan erupsi tercatat dengan amplitudo maksimal 12 milimeter. Aktivitas vulkanik ini terdeteksi sekitar pukul 10.20 WIB, namun jarak luncur awan panas tidak dapat dipastikan karena puncak gunung tertutup kabut tebal.

Iklan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan fenomena awan panas guguran tersebut berlangsung singkat dan saat ini aktivitasnya telah berhenti.

“Terjadi APG tapi jarak luncur tidak diketahui karena Gunung Semeru tertutup kabut,” ujar Isnugroho, Sabtu (7/3/2026).

Material Vulkanik Berpotensi Picu Lahar Saat Hujan

Meski tidak menimbulkan dampak langsung terhadap permukiman warga, BPBD mencatat bahwa erupsi tersebut menambah tumpukan material vulkanik di lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Material berupa pasir dan batu yang mengendap di lereng berpotensi terbawa aliran air apabila terjadi hujan deras di kawasan hulu. Kondisi tersebut dapat memicu banjir lahar hujan yang biasanya mengalir melalui sejumlah sungai berhulu di Semeru.

Menurut Isnugroho, dalam beberapa waktu terakhir wilayah sekitar gunung sering diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sehingga potensi banjir lahar perlu terus diwaspadai.

Pemerintah Minta Warga Tetap Tenang

Bupati Kabupaten Lumajang, Indah Amperawati, mengimbau masyarakat tetap tenang sambil memantau perkembangan informasi resmi dari pos pengamatan gunung api.

“Jarak luncurnya masih pada radius aman, warga sudah tahu harus apa, harapannya tidak ada hujan deras sehingga memicu banjir lahar,” kata Indah.

Pemerintah daerah bersama petugas pemantau gunung api terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas vulkanik Semeru. Selain memantau kemungkinan erupsi susulan, petugas juga memonitor kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi potensi lahar hujan di kawasan aliran sungai sekitar gunung.

Dengan pemantauan yang terus dilakukan, masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak panik, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan otoritas vulkanologi terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru.

Iklan
Iklan
Iklan