Harga Ayam di Kota Malang Terus Melambung Jelang Ramadan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kenaikan harga bahan pokok mulai terasa di Kota Malang menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu komoditas yang paling mencolok adalah daging ayam potong. Dalam tiga hari terakhir, harganya merangkak naik hingga menembus Rp42 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional.

Di Pasar Bunulrejo misalnya, pedagang mengaku kenaikan terjadi bertahap. Jika sebelumnya ayam potong dijual di kisaran Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, kini harga di lapak sudah menyentuh Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang, Sunami, mengatakan lonjakan harga sudah terasa sejak awal pekan ini. “Kenaikannya bertahap sejak tiga hari yang lalu. Enggak tahu kalau besok, apa akan naik lagi atau tidak,” ujar Sunami, dikutip Ketik.com, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, kenaikan harga diduga dipengaruhi meningkatnya permintaan dalam jumlah besar, salah satunya untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut, pembelian dalam skala besar membuat stok di pasar menjadi lebih terbatas.

“Karena ada MBG, dan mereka (SPPG) biasa mengambil dalam jumlah banyak. Sehingga, stok di pasaran jadi terbatas,” jelasnya.

Meski harga sudah melonjak, Sunami mengaku penjualan di lapaknya belum terdampak signifikan. Warga, kata dia, tetap membeli karena ayam masih menjadi lauk utama banyak keluarga.

“Untuk sekarang belum berpengaruh, karena masyarakat masih butuh. Namun di tempat saya, stoknya masih aman,” tambahnya.

Kekhawatiran justru datang dari pedagang lain. Hasanah, penjual ayam di pasar yang sama, menilai kenaikan kali ini cukup ekstrem, bahkan melampaui harga saat momen Lebaran tahun lalu.

“Sebelumnya hanya Rp 35 ribu per kilogram, tetapi sekarang sudah tembus Rp 42 ribu per kilogram dan naik terus tiap hari. Kalau terus seperti ini, bisa-bisa daging ayam jadi enggak laku dan orang lebih memilih tahu tempe,” ungkapnya.

Ia membandingkan dengan kondisi Idulfitri 2025 lalu. Saat itu, harga ayam berada di angka Rp40 ribu per kilogram dan sudah dianggap sebagai titik tertinggi.

“Kalau saat Lebaran tahun 2025 lalu, harga daging ayam Rp 40 ribu per kilogram dan itu sudah paling tinggi. Sekarang belum Ramadan saja, harganya sudah melonjak,” terangnya.

Lonjakan harga yang terjadi bahkan sebelum awal puasa membuat pedagang waswas. Biasanya, tren kenaikan memang terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri karena tingginya permintaan. Namun tahun ini, kenaikan dinilai datang lebih cepat.

Di sisi konsumen, dampak mulai terasa. Sejumlah pembeli memilih mengurangi jumlah belanja untuk menyesuaikan anggaran rumah tangga. Siti Zulaikah, salah satu pembeli, mengaku tidak punya banyak pilihan selain menerima situasi tersebut.

“Sepertinya, harga semua bahan pokok sudah pada naik dan diperkirakan puasa nanti juga akan makin naik. Jadi, mau enggak mau disyukuri dan diterima saja,” pungkasnya.

Exit mobile version